Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Status Abu Bakar Baasyir Menjadi Tahanan Rumah. Presiden Jokowi Berikan Lampu Hijau

Presiden Joko Widodo memberikan sinyal untuk mengizinkan Abu Bakar Baasyir keluar dari Lembaga Permasyarakatan Gunung Sindur Bogor, menjadi tahanan rumah atas pertimbangan kesehatan narapidana terorisme tersebut.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 01 Maret 2018  |  17:13 WIB
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) dengan pengawalan petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta, Kamis (1/3/2018). - ANTARA/Reno Esnir
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) dengan pengawalan petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta, Kamis (1/3/2018). - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo memberikan sinyal untuk mengizinkan Abu Bakar Baasyir keluar dari Lembaga Permasyarakatan Gunung Sindur Bogor, menjadi tahanan rumah atas pertimbangan kesehatan narapidana terorisme tersebut.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengakui Presiden telah memberikan izin terkait status tahanan Abu Bakar Baasyir. Menurutnya, Presiden sangat manusiawi dan mempertimbangkan kesehatan pria berumur 79 tahun tersebut.

“Belum tahu [dipindah ke mana], itu urusan polisi lah di mana yang paling bagus, yang penting sudah ada kebijaksanaan sangat baik dari Presiden,” tutur Menhan usai menghadap Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/3/2018).

Abu Bakar Baasyir mengidap kista ganglion pada bagian kakinya. Kista berbentuk benjolan berisi cairan itu baru ditemukan dokter yang memeriksanya di RSCM, Kamis (1/3).

Menhan menjelaskan dengan melihat kondisi kesehatan pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu'min tersebut, yang paling memungkinkan memang menjadi tahanan rumah. “Iya, paling aman. Sama-sama aman,” ujarnya.

Terkait pengawalan keamanan, Ryamizard mengatakan tetap akan ada penjagaan untuk mengantisipi potensi aktivitas yang di luar perkiraan. Dia menambahkan dengan menjadi tahanan rumah, kerabat dapat mengunjungi Baasyir, tetapi dipastikan tetap dikawal keamanannya.

Namun, belum dapat diputuskan kapan status tahanan Baasyir berubah.

“Belum tahu, bukan urusan saya, yang lain itu urusan polisi, ada Menkumham juga,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyetujui pemindahan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, ke sebuah rumah sakit (RS) di Jakarta.

“Ini kan sisi kemanusiaan, yang juga saya kira untuk semuanya. Kalau ada yang sakit tentu saja kepedulian kita untuk membawa ke rumah sakit untuk disembuhkan,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai acara pelantikan Kepala BNN, di Istana Negara.

Terhadap kemungkinan memberikan grasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah itu, Presiden Jokowi menyatakan sampai saat ini belum ada surat mengenai masalah tersebut.

“Sampai saat ini belum ada surat yang masuk kepada saya,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Abu Bakar Ba'asyir
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top