Novel Baswedan Dikunjungi Penyidik Polda Metro Jaya

Novel Baswedan dikunjungi oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Senin (27/2/2018) namun menurutnya penyidik belum melalukan pemeriksaan terhadap dirinya. Tadi ada penyidik datang ke sini [kediamannya]. Mereka tidak melakukan pemeriksaan karena saya tahu seseorang akan diperiksa jika keadaannya sudah sehat, ujarnya saat ditemui di kediamannya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin sore.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 27 Februari 2018  |  18:18 WIB
Novel Baswedan Dikunjungi Penyidik Polda Metro Jaya
Penyidik KPK Novel Baswedan disambut anak dan istrinya setibanya dari Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/2/2018). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Novel Baswedan dikunjungi oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Senin (27/2/2018), tetapi menurutnya penyidik belum melalukan pemeriksaan terhadap dirinya.

“Tadi ada penyidik datang ke sini [kediamannya]. Mereka tidak melakukan pemeriksaan karena saya tahu seseorang akan diperiksa jika keadaannya sudah sehat,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (26/2/2018) sore.

Meski demikian, Novel berharap peristiwa penyerangan terhadap dirinya oleh dua orang tidak dikenal hampir setahun silam bisa diungkap. Jika tidak diungkap, hal itu menurutnya bisa menjadi preseden buruk dan bakal terulang kepada aparat penegak hukum lain yang tengah menjalankan tugas pemberantasan korupsi.

Pada kesempatan itu pula, dia mengaku, sebenarnya tidak ingin dikawal secara ketat pascakembali ke Tanah Air. Pasalnya, dia ingin menunjukkan  dia tidak takut terhadap peristiwa traumatik tersebut.

“Saya tidak ingin terjebak dalam rasa takut. Semangat ini ingin saya tunjukkan karena kita tidak boleh takut dengan apa yang saya sebut teroris. Kalau diitakuti makin jadi,” tambahnya.

Meski demikian, dia menghargai keputusan Pimpinan KPK dan Kapolri yang menempatkan petugas keamanan di sekitar kediamannya. Para petugas tersebut juga melakukan pengawalan terhadapnya saat berpergian, termasuk ketika dia hendak menjalankan ibadah salat di masjid.

Dia menjelaskan pula  pernah suatu ketika, penyidik Polri menunjukkan sketsa wajah orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan. Akan tetapi, Novel mengatakan dia tidak bisa melihat dengan jelas karena matanya belum berfungsi secara baik. Di samping itu, saat kejadian, dia tidak melihat wajah para pelaku penyerangan.

Pantauan Bisnis, di kediaman Novel, nampak sejumlah aparat keamanan dari Kokam Pemuda Muhammadyah yang mengenakan seragam loreng dan baret merah, selain itu, ada pula beberapa petugas keamanan yang mengenakan pakaian sipil.

Seperti diketahui, Novel Baswedan diserang oleh dua pria tidak dikenal menggunakan air keras di dekat Mesjid Jami Al Ihsan pada 11 April 2017. Kala itu, dia baru saja selesai menunaikan ibadah subuh berjemaah di mesjid pukul 05.10 WIB.

Mantan penyidik Polri ini merupakan Kepala Satuan Tugas yang menangani beberapa perkara besar yang sedang ditangani KPK. Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik yang hingga kini penyidikannya teurs bergulir dan menjert sejumlah tersangka termasuk politisi Setya Novanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
novel baswedan

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top