Pasca-Brexit : Meski Berpisah, Inggris Tak Ingin Jauh dari Uni Eropa

Inggris mengindikasikan ingin tetap berdampingan dengan Uni Eropa dalam beberapa kebijakan pasca-Brexit.
Dwi Nicken Tari | 20 Februari 2018 19:29 WIB
Mural karya seniman jalanan Inggris, Bansky - Yahoo/News

Bisnis.com, WINA - Inggris mengindikasikan ingin tetap berdampingan dengan Uni Eropa dalam beberapa kebijakan pasca-Brexit. Hal ini disampaikan Sekretaris Brexit Inggris David dalam pidatonya di Wina, Austria.

Sekretaris Brexit Inggris David Davis akan meyakinkan Uni Eropa bahwa Britania Raya tidak akan mencoba untuk melemahkan hubungan dengan memecah-belah kebijakan pasca-Brexit. Hal itu bisa membangun kepercayaan satu sama lain antara pembuat kebijakan.

“Bagian krusial dari setiap kesepakatan seperti ini adalah kemampuan kedua belah pihak untuk percaya satu sama lain terhadap regulasi serta institusi yang mendukung mereka,” kata Davis, Selasa (20/2/2018), seperti dilansir Bloomberg.

Davis mengatakan bahwa “pengakuan bersama” untuk standar regulasi harus tetap berjalan setelah Inggris resmi berpisah. Berdasarkan petikan yang dirilis kantornya, manufaktur mobil dan persetujuan untuk penjualan di satu sisi juga harus mendapatkan persetujuan di sisi lainnya.

Dia melanjutkan, pengakuan bersama seperti itu secara natural akan mendekatkan hubungan dan memudahkan kerja sama di antara pihak-pihak yang berwenang.

Kata-kata Davis adalah pernyataan yang paling jelas mengenai betapa Inggris ingin tetap berdampingan dengan Uni Eropa setelah resmi berpisah. Khususnya dalam upaya untuk mempertahankan akses terbaik ke pasar tunggal Eropa bagi perusahaan-perusahaan Inggirs.

Davis berkomentar, salah satu kekhawatiran utama Uni Eropa mengenai Brexit ialah ketika Inggris berada di luar blok, maka Negeri Ratu Elizabeth itu akan memangkas kebijakan dan mengatur pajaknya untuk membuat perusahaan-perusahaan lebih kompetitif di pasar global.

“Kepastian dalam rencana kami [Inggris], bahwa cetak biru untuk hidup di luar Eropa merupakan persaingan menuju tingkat atas dalam standar global. Bukannya regresi dari standar tinggi yang kami punya sekarang, untuk dapat memberikan dasar kepercayaan yang berarti bahwa pembuat kebijakan Inggris dan institusinya tetap diakui,” katanya

Sementara itu, Kepala Tim Perunding dari Uni Eropa Michel Barnier sering menyatakan perhatiannya atas perlombaan Inggris dari bawah, yaitu di bidang lingkungan, sosial, dan buruh. Hal itu membuat Parlemen Eropa mungkin akan menolak menyetujui kesepakatan dagang Inggris.

Davis telah memeriksa hak-hak pekerja, stabilitas finansial, kesejahteraan hewan dan lingkungan. Pidatonya ini merupakan bagian dari seri sebelum Perdana Menteri Theresa May menyampaikan visinya mengenai hubungan ekonomi Inggris pasca-Brexit pekan depan.

Sementara kabinet masih belum memutuskan cetak birunya, pejabat mengatakan bahwa rencananya akan tetap membuat kebijakan yang dekat dengan aturan Uni Eropa di beberapa area dan membebaskan diri di area yang lain. Risikonya adalah Uni Eropa bisa menolak pendekatan Inggris  untuk mengambil keuntungan dari anggota Uni Eropa.

Tag : uni eropa, inggris, Brexit
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top