Minta Maaf ke Anies, Maruarar Sirait Bersikap Kesatria

Sikap politisi PDIP Maruarar Sirait yang meminta maaf kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait insiden di Piala Presiden 2018 patut menjadi contoh budaya politik yang baik.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  14:00 WIB
Minta Maaf ke Anies, Maruarar Sirait Bersikap Kesatria
Steering Committee Piala Presiden Maruarar Sirait (kiri) berbincang dengan CEO Mahaka, Hasani Abdulgani saat konferensi pers terkait final turnamen sepak bola Piala Presiden di Jakarta, Rabu (14/10/2015). - Antara/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA - Sikap politisi PDIP Maruarar Sirait yang meminta maaf kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait insiden di Piala Presiden 2018 patut menjadi contoh budaya politik yang baik.

Demikian dikemukakan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengomentari sikap yang diambil tokoh pemuda tersebut.

Sebelumnya, sebuah rekaman yang menayangkan Anies dicegat Paspampres saat menunju panggung penyerahan piala pertandingan sepak bola antara Persija dan Bali United beredar di media sosial.

Akibatnya, Presiden Jokowi menyerahkan piala tanpa didampingi oleh Anies yang menjadi tuan rumah pertandingan.

“Dengan pernyataan yang disampaikan (Maruarar) secara jujur itu patut menjadi contoh teladan dikalangan kita semua. Dia tokoh muda yang telah memberikan contoh bagaimana sejatinya kita berbuat secara jujur," kata Menteri Sosial tersebut, Selasa (20/2/2018).

Menurut mantan tokoh pemuda itu apa yang dilakukan Maruarar merupakan contoh teladan yang sangat mahal sekarang ini. Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan berpendapat bahwa pernyataan permintaan maaf  Maruarar Sirait itu sudah semestinya dilakukan.

"Positif saja, bagus memang, seharusnya begitu kalau memang ada kesalahan di akui kesalahannya dan minta maaf dan itu bisa mengakhiri polemik yang tidak  perlu," ujar Djayadi

Djayadi menuturkan bahwa kalau ada kesalahan, maka mengaku salah sudah seharusnya dilakukan. Budaya itu, ujarnya, harus dibiasakan sebagai budaya Indonesia.

"Ini bukan secara politik saja, tapi juga secara sosial jangan merasa derajatnya turun kalau minta maaf," ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Piala Presiden

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top