Kepala Daerah Kader Golkar Terjaring OTT, Airlangga Hartarto Mengaku Risau

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Airlangga Hartarto kecewa dengan dugaan praktik korupsi kader yang berujung pada penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Samdysara Saragih | 19 Februari 2018 18:10 WIB
Airlangga Hartarto - Antara

Kabar24.com, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Airlangga Hartarto kecewa dengan dugaan praktik korupsi kader yang berujung pada penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Operasi [tangkap tangan KPK] belakangan sangat merisaukan," ujarnya dalam Rapat Konsultasi DPP Golkar dan Kepala Daerah di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Sebagaimana diketahui, sejumlah kepala daerah Golkar ditangkap KPK seperti Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Wali Kota Tegal Siti Masitha, Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, dan terakhir Bupati Jombang Nyono Suharli.

Airlangga sangat menyesali rentetan kejadian tersebut. Untuk itu, dia meminta kader Golkar bertekad mengakhiri tindakan yang mencoreng partainya. Apalagi, Partai Beringin telah menggelorakan tagline ‘Golkar Bersih’.

"Kita harus putus mata rantai negatif pemberitaan ini," ujarnya.

Komisioner KPK Saut Situmorang juga menyayangkan masih adanya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Tahun lalu, kata dia, KPK menggelar 18 OTT yang didominasi kepala daerah.

Saut mengklaim KPK tidak gembira dengan fakta tersebut. Menurutnya, KPK lebih suka andaikan kepala daerah sedari awal menghindari potensi-potensi tindak pidana korupsi.

"Paling aman bapak-bapak baik agar tak dilaporkan. Mulai sekarang berubah untuk Golkar baru," ucapnya kepada 127 kepala daerah Golkar yang hadir dalam acara tersebut.

Tag : kpk, partai golkar, airlangga hartarto
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top