Luncurkan PCX, Honda Jatim Kejar Pangsa Pasar AT High

Distributor utama sepeda motor Honda di Jawa Timur dan NTT, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) tahun ini kembali mengejar segmen pasar kendaraan matik atau automatic transmission high (AT high) dengan meluncurkan Honda PCX 150 guna memenuhi selera pasar saat ini.
Peni Widarti | 12 Februari 2018 20:30 WIB
Kabar24.com, SURABAYA - Distributor utama sepeda motor Honda di Jawa Timur dan NTT, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) tahun ini kembali mengejar segmen pasar kendaraan matik atau automatic transmission high (AT high) dengan meluncurkan Honda PCX 150 guna memenuhi selera pasar saat ini.
 
Presiden Direktur MPM, Suwito mengatakan tren pasar kendaraan matik secara nasional dalam beberapa tahun terakhir ini cukup bagus. Hanya saja secara segmentasi, matik di tingkat AT low mengalami penurunan kontribusi menjadi 40% karena orang saat ini cenderung menyukai kendaraan yang unik dan bagus sehigga di level AT middle dan AT high kontribusinya meningkat dari 24% menjadi 93%.
 
"Kenaikan AT high ini terjadi saat Honda meluncurkan Vario 125 dan Vario 150 serta PCX yang sebelumnya hanya diimpor," katanta saat peluncuran PCX CBS dan ABS, Senin (12/2/2018).
 
Namun begitu, Honda mengakui pasar AT high sempat terkikis sejak kehadiran pesaing di kelasnya seperti NMax dan Aerox. Tahun lalu, pangsa pasar AT high Honda mengalami penurunan 6,3%. 
 
Adapun pada 2016, MPM mencatatkan penjualan sepeda motor AT high sekitar 302.272 unit, lalu pada 2017 terjadi penurunan penjualan yakni hanya tercapai 270.134 unit atau rerata penjualan mencapai 22.500 per bulan.
 
Suwito mengakui kondisi pasar sepeda motor dalam beberapa tahun terakhir memang tidak bagus. Bukan hanya dirasakan Honda tetapi juga pabrikan lainnya.
 
Di Jatim, dalam 4 tahun terakhir secara total pasar sepeda motor mengalami penurunan sampai 13,3%. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kondisi sektor pertanian di Jatim yang tidak menggembirakan, panen yang sedikit membuat daya beli dari masyarakat berkurang, juga di sektor industri yang semakin terpuruk.
 
"Termasuk adanya kenaikan PNPB (penerimaan negara bukan pajak) STNK pada awal 2017 yang membuat pasar sedikit mengerem untuk belanja kendaraan," katanya.
 
Secara jenis kendaraan, sepeda motor matik sampai 2017 masih mendominasi penjualan yang kontribusinya mencapai 86,2% naik dibandingkan 2016 yang hanya 81%. Sementara untuk motor cub atau bebek kontibusinya turun 31% atau hanya mampu berkontribusi 4,8% dan motor sport turun 35% atau hanya berkontribusi 9%.
 
Marcomm and Development Division Head MPM, Suhari menambahkan sebelum meluncurkan PCX yang sudah diproduksi di Indonesia, Honda melakukan survei motivasi pembelian sepeda motor kelas AT high.
 
NMax dan Aerox sendiri merupakan motor dengan kelas tinggi, bergengsi, percaya diri dan nyaman, sedangkan Aerox merupakan kendaraan yang diminati oleh pemuda yang semanga, dan PCX yang lama/impor diminati oleh orang kaya atau dewasa dan matang.
 
"Nah untuk PCX sendiri kita fokuskan sebagai big scooter berkarakter mewah, canggih tapi harha terjangkau. Sasaran segmen PCX ini adalah 25-35 tahun atau pria muda dan dewasa yang menyukai keunikan dan fashionable," jelasnya.
 
MPM sendiri menargetkan penjualan PCX yang dijual mulai Rp27,8 juta itu bisa tembus 2.000-2.500 unit per bulan. Diharapkan kehadiran PCX di Jatim bisa kembali menggairahkan pasar sepeda motor yang sempat lesu.
 
Apalagi, lanjutnya, tahun politik seperti saat ini diperkirakan bisa meningkatkan daya beli masyarakat, di mana akan banyak uang beredar di masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah yang sebelumnya terdampak kondisi perekonomian.
 
 
Tag : Honda pcx, jatim
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top