Turki Minati Pekerja dari Bali

Turki ternyata meninati tenaga kerja asal Bali untuk mengisi posisi profesional pada perhotelan di sana.
Ni Putu Eka Wiratmini | 09 Februari 2018 16:27 WIB
Ilustrasi pekerja menyelesaikan pembuatan kue kering - JIBI/Rachman

Bisnis.com, DENPASAR -- Turki ternyata meninati tenaga kerja asal Bali untuk mengisi posisi profesional pada perhotelan di sana.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar Ilham Achmad mengatakan tenaga kerja asal Bali khusus menduduki posisi profesional seperti terapis spa maupun pekerja hotel berbintang 3 hingga 5.

Menurutnya, tenaga kerja asal Bali memiliki hospitality yang sudah terkenal mumpuni sehingga sesuai untuk kebutuhan pariwisata Turki.

"Bali itu khusus tenaga profesional dan Turki itu kan wisata dunia jadi sesuai dengan permintaan," katanya.

Kata dia, selain Turki, masih ada 70 negara lainnya yang meminati tenaga kerja asal Bali. Kebanyakan negara-negara tersebut berada di Eropa.

Selain digemari negara-negara dunia, orang Bali sendiri juga gemar bekerja di luar negeri. Asal gaji yang diterima sesuai dengan permintaan mereka. Jenis pekerjaan yang diambil pun mendominasi di kebutuhan pariwisata.

Walaupun banyak yang meminati tenaga kerja dari Bali, saingan untuk bekerja di luar negeri juga cukup banyak.

Adapun pekerja dari Thailand dan Filipina merupakan saingan warga Bali yang ingin bekerja di luar negeri.

"Banyak sekali anak Bali melanglang buana, asal gaji Rp10 juta ke atas mereka ambil," katanya.

Selain kebutuhan pariwisata, tenaga kerja asal Bali juga banyak diminta bekerja di bidang kesehatan dengan menjadi perawat. Hanya saja, keinginan masyarakat Bali untuk menjadi perawat di luar negeri sangat kecil.

Hal itu lantaran, upah yang diterima jika bekerja di luar negeri dinilai sama saja dengan bekerja di Bali.

Adapun negara yang meminati perawat dari Bali yakni Hongkong, Dubai, Arab Saudi hingga Jepang.

"Permintaan perawat banyak tapi anak bali gak mau, dia bula klinik penghasilan jauh lebih besar," sebutnya.

Tag : bali, tenaga kerja
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top