REVOLUSI INDUSTRI 4.0 : Menanti Perubahan Mendasar Perguruan Tinggi

Semua aspek pada pendidikan tinggi harus bisa melakukan perubahan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 atau era digitalisasi yang masif.
Yusran Yunus | 09 Februari 2018 23:47 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. - Antara/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA - Perguruan tinggi diminta segera melakukan perubahan mendasar dan mengembangkan apa yang sedang dibutuhkan pasar saat ini.

Semua aspek di pendidikan tinggi harus bisa melakukan perubahan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 atau era digitalisasi yang masif.

"Kemenristekdikti sedang mengembangkan pembelajaran kuliah secara online, intinya sistem pengajarannya dan perkuliahaannya juga harus kita kelola secara baik, maka pendidikan tinggi akan menjadi lebih baik. Ini semua atas arahan Bapak Presiden untuk pendidikan tinggi ke depannya," ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, di hadapan civitas akademika Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat, Jumat (9/2/2018).

Disebutkan dalam rilis yang diterima Bisnis, Menristekdikti berada di Padang mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri Peringatan Hari Pers Nasional.

Nasir mengutarakan kepada pers tentang pertemuan antara Presiden Jokowi dengan civitas akademika UNP.

Dia mengatakan Presiden Jokowi telah memberikan fokus kepada perguruan tinggi tentang apa yang harus dikembangkan untuk pendidikan tinggi ke depan dalam mengatisipasi perubahan teknologi dan informasi yang begitu pesat dan sudah berjalan sekarang ini.

"Sebelumnya saya juga sudah sampaikan bahwa era digitalisasi inilah yang harus kita tangkap secara cepat dan memikirkan perubahan apa saja yang harus kita lakukan. UNP harus segera melakukan lompatan dalam menghadapi era digitalisasi ini," katanya.

Nasir menambahkan Program Studi (prodi) bisa dibuka dan tidak ada pembatasan asalkan dapat memenuhi kebutuhan pasar dan dunia kerja saat ini dan ke depannya.

"Saya telah mencabut Peraturan Menteri mengenai adanya pembatasan-pembatasan prodi. Intinya membuka prodi harus jelas rumpun ilmunya di mana, target pasarnya apa dan juga apa yang dibutuhkan tenaga kerja ke depannya. Apakah Prodi itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan atau bisa diserap oleh dunia kerja, sehingga prodi yang dibutuhkan bisa sesuai," ujar Nasir.

Rektor UNP Ganefri menyampaikan perkembangan teknologi dan informasi begitu cepat inilah yang mengharuskan UNP mengikuti era saat ini.

"Kami memang akan mengembangkan dan membangun prodi-prodi yang dapat dibutuhkan di era digitalisasi. Prodinya seperti Animasi, Ekonomi Kreatif, Aplikasi Digital dan Toko Online sudah kami pikirkan. Ini semua menjadi arahan Presiden Jokowi kepada civitas akademika UNP dalam kunjungannya ke UNP," ujarnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top