Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keluarga Kerajaan Eropa Ini Tertarik Investasi Cryptocurrency untuk Tambah Aset

Teknologi blockchain dan cryptocurrency, seperti bitcoin, dinilai bisa digunakan sebagai bagian dari cara membantu memulihkan aset kekayaan keluarga kerajaan Liechtenstein.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 Februari 2018  |  16:38 WIB
Keluarga Kerajaan Eropa Ini Tertarik Investasi Cryptocurrency untuk Tambah Aset
Anggota kerajaan Liechtenstein - cnbc
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA – Teknologi blockchain dan cryptocurrency, seperti bitcoin, dinilai bisa digunakan sebagai bagian dari cara membantu memulihkan aset kekayaan keluarga kerajaan Liechtenstein.

“Khususnya dengan keseluruhan ekonomi digital baru ini, adalah sesuatu untuk dilihat lebih jauh lagi di masa depan,” ujar Putra Mahkota Alois dari Liechtenstein, kepada CNBC.

Liechtenstein adalah negara kecil di Eropa Tengah dengan populasi kurang dari 40.000 warga. Kerajaan mendapatkan sebagian besar asetnya berkat status tradisionalnya sebagai surga pajak (tax haven), meski citra ini telah diupayakan berganti sebagai pusat keuangan yang sah.

Berbatasan dengan Swiss ke arah barat dan selatan dan Austria kea rah timur dan utara, Liechtenstein dipimpin oleh Pangeran Liechtenstein meskipun pada praktiknya kekuasaan saat ini terletak pada putranya, Putra Mahkota Alois.

Pasca Perang Dunia II, keluarga kerajaan terpaksa menjual koleksi seninya. Namun menurut Alois, dengan keuangan yang lebih seimbang dan sebagian besar koleksi seni yang telah direstorasi, keluarganya ingin berinvestasi di kelas aset lainnya, bahkan cryptocurrency seperti bitcoin.

Meskipun cryptocurrency dinilai masih sangat berisiko, teknologi yang mendasarinya dapat digunakan untuk menjalankan kerajaan dengan lebih baik.

“Blockchain akan mengubah banyak hal, bahkan bisa membantu membuat negara kami lebih efisien seperti yang dijalankan,” ujar Alois, seperti dikutip dari CNBC, Senin (5/2/2018).

Menurut Alois, keluarga kerajaan saat ini tidak memiliki keahlian internal untuk berinvestasi dalam cryptocurrency, namun hal itu bisa berubah.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cryptocurrency
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top