Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPK Harus Audit Dana Otsus Papua

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyatakan Badan Pemeriksaan Keuangan harus mengaudit dana Otonomi Khusus Papua setelah kasus gizi buruk dan wabah campak merebak di wilayah Asmat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 Februari 2018  |  15:59 WIB
Prajurit TNI berbincang dengan warga saat menunggu antrean berobat di puskesmas Ayam di kampung Bayiwpinam, Distrik Akat, Kabupaten Asmat, Papua, Jumat (26/1). - ANTARA/M Agung Rajasa
Prajurit TNI berbincang dengan warga saat menunggu antrean berobat di puskesmas Ayam di kampung Bayiwpinam, Distrik Akat, Kabupaten Asmat, Papua, Jumat (26/1). - ANTARA/M Agung Rajasa

Kabar24.com, JAKARTA--Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyatakan Badan Pemeriksaan Keuangan harus mengaudit dana Otonomi Khusus Papua setelah kasus gizi buruk dan wabah campak merebak di wilayah Asmat.

"Seluruh dana dari APBN yang berasal dari negara itu tentu seluruhnya wajib diaudit oleh BPK," kata Agus kepada wartawan, Jumat (2/2/2018).

Agus mengatakan bahwa audit BPK sangat penting untuk melaporkan kepada masyarakat serta memastikan aliran dana Otsus sesuai prosedur.

"Harus memberikan laporan kepada DPR dan masyarakat bahwa apa yang sudah dilakukan itu sesuai prosedur dan tata administrasi serta tata pengelolaan dari kaidah-kaidah atministrasi negara," katanya.

Sejak 2002 pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran dana otonomi khusus untuk Papua. Sementara, Aceh mendapatkan anggaran dana otonomi khusus sejak 2008.

Total dana otonomi khusus untuk provinsi Papua, Papua Barat, dan Aceh dalam APBN 2017 sebesar Rp19,5 triliun, atau lebih besar dibanding APBNP 2016 sebesar Rp 18,3 triliun. Sedangkan nilai dana otonomi khusus untuk tiga provinsi tersebut sebesar dua persen dari total Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

audit bpk otsus papua
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top