Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah China Tegur Delta Air dan Induk Usaha Zara, Ini Penyebabnya

Pemerintah China menegur raksasa maskapai asal AS Delta Air dan induk usaha Zara yakni Inditex SA, karena tidak mengakui kebijakan Satu China yang mengakui Taiwan dan Tibet sebagai wilayahnya.
ilustrasi/Reuters
ilustrasi/Reuters

Kabar24.com, JAKARTA — Pemerintah China menegur raksasa maskapai asal AS Delta Air dan induk usaha Zara yakni Inditex SA, karena tidak mengakui kebijakan ‘Satu China’ yang mengakui Taiwan dan Tibet sebagai wilayahnya.

Negeri Panda menilai, kedua korporasi tersebut tidak menghormati posisi China dalam perselisihan teritorial yang berlangsung lama dengan Taiwan dan Tibet. Pasalnya, kedua perusahaan itu tidak mencantumkan Taiwan dan Tibet sebagai bagian dari negara China.

Kantor Administrasi Siber China di Shanghai mengatakan bahwa Zara mendaftarkan Taiwan, sebagai negara terpisah di situsnya. Pada hari yang sama, Kantor Administrasi Penerbangan Sipil China memanggil eksekutif Delta, lantaran situs resminya juga menuliskan Taiwan dan Tibet sebagai negara independen.

Ether Yin, partner di perusahaan riset Trivium China mengatakan, Beijing bakal menggunakan kewenangannya untuk mencopot izin usaha perusahaan asing di negaranya, apabila tidak mematuhi pandangan politik atau kebijakan China. Hal itu, menurutnya akan berdampak besar bagi perusahaan terkait, mengingat besarnya potensi pasar Negeri Panda.

“Kondisi politik di China saat ini adalah, jika Anda tidak berdiri di sisi yang tepat dalam hal kedaulatan China di era Presiden Xi Jinping, maka bisnis Anda akan terganggu. Pemerintah akan merespon dengan cepat hal-hal yang dinilainya tak sesuai,” kata Yin, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (14/1).

Menanggapi persoalan yang dialami oleh Inditex dan Delta Air tersebut, Menteri Luar Negeri China Lu Kang pun mengeluarkan rilis yang meminta perusahaan asing untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negaranya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper