Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Badai Kacaukan Puluhan Ribu Penerbangan di AS

Badai musim dingin di AS menyebabkan kekacauan perjalanan di bagian timur laut negara itu sehingga menyebabkan 40.000 penerbangan dibatalkan serta 17 orang tewas.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 Januari 2018  |  13:07 WIB
Badai Kacaukan Puluhan Ribu Penerbangan di AS
Salju di New York, AS - Reuters/Brendan McDermid
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badai musim dingin di AS menyebabkan kekacauan perjalanan di bagian timur laut negara itu sehingga menyebabkan 40.000 penerbangan dibatalkan serta 17 orang tewas.

Salju tebal dilaporkan menyelimuti sejumlah bagian wilayah timur laut AS dan juga Kanada bagian timur. Ketebalan salju di Boston diperkirakan mencapai 45 centimeter dan banjir terjadi di bagian pesisir wilayah tersebut.

Badai, yang dikenal sebagai "bom topan", diperkirakan berlanjut ke bagian timur Amerika Utara pada akhir pekan ini. Setelah hujan salju berhenti, suhu udara diperkirakan akan turun ketika udara dingin terjadi di atas Kutub Utara menuju wilayah Atlantik AS sebagaimana dikutip dari BBC.com, Jumat (5/1/2018).

Para ahli memperingatkan suhu udara akan mencapai titik terendah di AS pada Jumat dan Sabtu pekan ini. Hampir 60 juta orang tinggal di jalur badai dan peringatan suhu dingin itu berlaku dari Maine sampai sejumlah bagian di Georgia, AS sebagaimana disampaikan Badan Cuaca Nasional.

Sebagai tambahan dari hujan salju yang tebal, badai yang kuat akan disertai angin kencang, menyebabkan badai salju di bagian pesisir New England. Di Boston, cuaca diperkirakan akan mencapai titik terendah sejak 1921.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badai salju

Sumber : BBC

Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top