SMRC : Posisi Jokowi Aman untuk Pilpres 2019

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai posisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai inkumben dalam pemilihan presiden 2019 cukup aman.
JIBI | 19 Desember 2017 16:06 WIB
Presiden Joko Widodo bersiap memasuki Heli Super Puma usai meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit di Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (24/11). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Kabar24.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai posisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai inkumben dalam pemilihan presiden 2019 cukup aman.

Jokowi masih memiliki tingkat elektabilitas 41 persen menjelang 2 tahun pilpres 2019.

“Posisi Jokowi masih aman jika di angka itu. Kalau dibandingkan dengan elektabilitas SBY dulu, Jokowi jauh lebih tinggi,” kata Djayadi saat dihubungi, Selasa (19/12/2017).

SMRC membandingkan tingkat elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat 2 tahun menjelang pemilihan presiden 2009 dengan elektabilitas Jokowi menjelang 2 tahun pilpres 2019.

Saat itu, elektabilitas SBY pada 2007 berada pada angka 27,6 persen. Namun SBY, berhasil memenangkan Pilpres 2009 dengan angka di atas 60 persen.

“Peluang Jokowi tentu lebih besar jika kita membandingkan angka ini, apalagi sampai saat ini belum ada pesaing Jokowi yang bergerak serius,” kata Djayadi.

Survei terbaru lembaga konsultan politik, PolMark Indonesia, menyebut elektabilitas Jokowi dalam pilpres 2019 mengungguli Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Jokowi memiliki tingkat elektabilitas 41 persen, sedangkan Prabowo 15,9 persen.

Meski begitu, kata Djayadi, baik Jokowi ataupun Prabowo masih memiliki peluang dan tantangan yang sama besarnya. Hal ini dengan melihat angka undecided voters atau responden yang belum menentukan pilihan yang cukup besar, yaitu 35,7 persen (berdasarkan survei PolMark).

Menurut Djayadi, untuk merebut 35,7 persen undecided voters tersebut, Jokowi harus melunasi janji-janji politiknya terutama dalam meningkatkan aspek-aspek ekonomi masyarakat.

“Sementara Prabowo harus lebih gencar bersosialisasi dan mulai gerak serius jika ingin menjadi pesaing Jokowi di Pilpres mendatang,” kata dia.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top