Wapres JK Soroti Dampak Ekonomi Efek Pernyataan Trump

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem sebagai ibukota Israel dapat menimbulkan dampak di sektor ekonomi pada jangka panjang.
Irene Agustine | 08 Desember 2017 15:02 WIB
Wakil Presiden Mike Pence berdiri di belakang Presiden Donald Trump yang memegang proklamasi yang ia tandatangani bahwa Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan kedutaanya kesana, saat berpidato dari Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/12/2017). - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem sebagai ibukota Israel dapat menimbulkan dampak di sektor ekonomi pada jangka panjang.

Menurut Wapres, apabila konflik yang ditimbulkan pernyataan ini semakin besar, maka sejumlah indikator ekonomi dunia akan terganggu.

Dia mencontohkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat mendorong ketidakpastian harga minyak dunia dan melemahkan angka perdagangan sejumlah komoditas dunia.

"Ya tentu ada saja. Pasti ada efek tidak langsung, kemudian. Bukan secara tidak langsung," katanya, usai menghadiri penyerahan penghargaan Paramakarya di Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (8/12/2017).

Dia melanjutkan, "Kalau terjadi konflik besar lagi, pasti terjadi lagi apakah itu harga minyak naik, atau perdagangan menurun."

Wapres mengatakan pemerintah Indonesia menyesalkan aksi tersebut dan berharap penyelesaian dapat tercipta lewat konsolidasi.

Pekan depan, Wapres memastikan Presiden Joko Widodo akan menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Turki pada 13 Desember mendatang untuk membahas hal tersebut.

"Ya kan presiden akan hadir," ujarnya.

Tag : Donald Trump, Jerusalem
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top