Kurang Dari 24 Jam, Harga Bitcoin Tembus US$14.000

Harga bitcoin lagi-lagi mencetak rekor baru, menembus US$14.000 atau setara dengan Rp189 juta (Rp13.500 per dolar AS), hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah menembus US$12.000.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Desember 2017  |  12:24 WIB
Kurang Dari 24 Jam, Harga Bitcoin Tembus US$14.000
Ilustrasi - Pando

Kabar24.com, JAKARTA – Harga bitcoin lagi-lagi mencetak rekor baru, menembus US$14.000 atau setara dengan Rp189 juta (Rp13.500 per dolar AS), hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah menembus US$12.000.

Level tersebut dicapai pada bursa penukaran Coinbase sebelum pukul 6 sore ET dan sempat diperdagangkan hingga US$14.400 pada platform tersebut.

Seringkali ada perbedaan harga yang signifikan pada bursa penukaran bitcoin yang berbeda. Harga mata uang digital tersebut tidak terlihat melintasi level US$14.000 pada CoinDesk sampai sekitar pukul 7.30 sore ET.

Padahal CoinDesk mencatat bahwa cryptocurrency paling populer tersebut menyentuh level US$12.123,98 pada Rabu (6/12) pukul 10.41 pagi SIN/HK.

Baca juga: Bitcoin Melesat

Dengan lonjakan terbarunya, bitcoin pun membukukan total nilai pasar lebih dari US$230 miliar.

Memulai tahun ini dengan nilai hanya kurang US$1.000 per token, popularitas bitcoin melonjak dan menembus US$5.000 pada Oktober. Pada Rabu (29/11), bitcoin berhasil menembus level lima digit yang dinanti-nanti di US$10.000.

Bursa penukaran besar seperti CME dan Cboe telah melegitimasi kredensial investasi mata uang tersebut dengan berencana membuat futures bitcoin. Cboe Global Markets yang berbasis di Chicago berencana untuk meluncurkan futures bitcoin pada hari Minggu (10/12).

Adapun bursa berjangka terbesar di dunia, CME, akan meluncurkan produk-produk futures pada pekan berikutnya. Penambahan futures bitcoin oleh dua bursa penukaran besar tersebut merupakan langkah baru untuk membangun mata uang digital tersebut sebagai kelas aset yang sah.

“Setelah diluncurkan [di AS] pekan lalu, bitFlyer telah melihat minat yang kuat dari institusi-institusi yang ingin mendapatkan eksposur terhadap bitcoin. Kami senang telah berekspansi ke AS saat ini dengan begitu banyaknya minat dari peluncuran futures bitcoin yang akan datang, “ujar COO bitFlyer Bartec Ringwelski, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (7/12/2017).

Bursa mata uang digital berbasis di Tokyo tersebut adalah yang terbesar di dunia dalam hal volume perdagangan. Pekan lalu, bitFlyer mengumumkan telah menerima ‘BitLicense’ untuk beroperasi di New York.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bitcoin

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top