Bitcoin Diprediksi Sentuh US$40.000 Pada Akhir 2018

Mantan hedge fund manager perusahaan manajemen investasi Fortress, Michael Novogratz, memprediksi bahwa nilai bitcoin dapat berlipat ganda lebih dari empat kali dalam waktu sekitar 13 bulan ke depan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 November 2017  |  08:37 WIB
Bitcoin Diprediksi Sentuh US$40.000 Pada Akhir 2018
Ilustrasi - Pando

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan hedge fund manager perusahaan manajemen investasi Fortress, Michael Novogratz, memprediksi bahwa nilai bitcoin dapat berlipat ganda lebih dari empat kali dalam waktu sekitar 13 bulan ke depan.

“[Harga] bitcoin bisa mencapai US$40.000 pada akhir 2018. Dengan mudahnya bisa,” ujar Novogratz dalam acara 'Fast Money' CNBC.

“Ethereum, yang saya rasa baru saja menyentuh US$500 atau mendekatinya, juga bisa naik tiga kali lipat.”

Menurut data CoinDesk, bitcoin diperdagangkan mendekati US$9.656 pada Senin sore, setelah mencapai rekor tertinggi di atas $9.700 sebelumnya.

Adapun menurut CoinMarketCap, ethereum mencapai rekor tertingginya di US$493,40 pada hari Senin dan terakhir diperdagangkan mendekati US$482.

Total kapitalisasi pasar (market capitalization) seluruh koin digital di CoinMarketCap dikabarkan mencapai US$304 miliar pada hari Senin. Novogratz memperkirakan bahwa nilai ini dapat meningkat sekitar enam kali lipat menjadi US$2 triliun pada akhir tahun depan.

Market capitalization of all digital coins (year to date change)

“Ada gelombang besar uang mengalir masuk, tidak hanya di sini tapi di seluruh dunia,” kata Novogratz, seperti dikutip dari laman CNBC, Selasa (28/11/2017). Dia pun berencana meluncurkan dana aset digital senilai US$500 juta melalui perusahaan barunya, Galaxy Investment Partners.

Permintaan dari Asia telah berkontribusi terhadap penguatan bitcoin. Menurut CryptoCompare, perdagangan yen Jepang pada bitcoin mendominasi volume perdagangan sekitar 62%. Sementara itu, perdagangan dolar AS-bitcoin menyumbang sekitar 21%, dan perdagangan dalam won Korea Selatan berkontribusi sekitar 9%.

“Apa yang berbeda dengan koin-koin ini dibandingkan dengan komoditas lainnya adalah tidak adanya respon pasokan,” jelas Novogratz.

“Jadi, ini adalah impian spekulan ketika pembelian terjadi tidak ada respon suplai baru yang muncul, Setiap pergerakan harga menjadi berlebihan, akan meningkat secara berlebihan, akan ada koreksi 50%, kemudian juga akan berlebihan saat turun,” lanjutnya.

Lain halnya dengan minyak dan produk energi terbarukan, Novogratz menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat menghasilkan lebih banyak bitcoin untuk memenuhi permintaan karena pasokan mata uang digital tersebut dibatasi hingga 21 juta koin.

Namun ia tidak merekomendasikan investor ritel menempatkan lebih dari 1%-3% dari kekayaan bersih mereka dalam cryptocurrency, maupun investor yang lebih kaya untuk menempatkan lebih dari 5%-10%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bitcoin, cryptocurrency

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top