Pemimpin Dunia Sebut Pengakuan Trump Atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel Berbahaya

Para pemimpin dunia bereaksi cepat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besar AS ke kota tersebut.
Renat Sofie Andriani | 07 Desember 2017 09:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato perdananya di hadapan kongres Negeri Paman Sam, Rabu (1/3/2017). - Reuters/Carlos Barria

Kabar24.com, JAKARTA – Para pemimpin dunia bereaksi cepat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besar AS ke kota tersebut.

Langkah Trump ini dikhawatirkan dapat memicu kekerasan baru sekaligus mengubur harapan penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina.

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (6/12) waktu setempat, Trump mengumumkan bahwa inilah saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan bahwa AS akan memulai proses pemindahan kedutaan besarnya ke kota tersebut.

Beberapa saat setelah Trump selesai berpidato, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji Trump dengan mengungkapkan rasa terima kasihnya yang sangat besar dalam hari yang dinilai bersejarah tersebut.

Di sisi lain, langkah Trump serta merta ditentang para politisi di Timur Tengah dan Eropa, utamanya sejumlah pejabat Palestina.

Mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel penuh dengan implikasi agama dan politik karena sektor timur kota tersebut, tempat beberapa situs kuno tersuci dalam agama Yahudi, Kristen, dan Islam, juga diklaim oleh warga Palestina sebagai ibu kota negara di masa depan.

Masyarakat internasional menganggap sektor timur Yerusalem sebagai wilayah yang diduduki dan berpendapat bahwa status terakhir Yerusalem harus dinegosiasikan, tidak diumumkan secara sepihak.

“Langkah Trump akan mendukung agenda kelompok ekstremis serta menyeret daerah tersebut ke dalam perang agama yang tak ada habisnya,” ujar Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dalam sebuah pidato di TV Palestina, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (7/12/2017).

Sekretaris Jenderal Palestine Liberation Organization (PLO) Saeb Erekat menyatakan bahwa langkah tersebut menutup pintu negosiasi. Trump dinilai mendiskualifikasi peran Amerika Serikat dalam proses perdamaian apapun.

Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan Iran pun kompak mengecam langkah AS. Sejumlah pemrotes dikabarkan turun ke jalan-jalan di Amman dan provinsi lain serta kamp-kamp Palestina.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa dia menolak langkah sepihak apapun yang membahayakan perdamaian.

Sementara itu, Emir Qatar Sheikh Tamim Al Thani berkata kepada Trump bahwa pengumuman ibu kota Yerusalem sebagai Israel akan mengikis stabilitas di Timur Tengah, seperti dilaporkan televisi Al-Jazeera.

“Kerajaan menyatakan penyesalan mendalam bahwa pemerintah [AS] telah mengambil langkah ini, yang merupakan bias besar terhadap hak historis dan permanen rakyat Palestina di Yerusalem,” kata pihak kerajaan Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Saudi Press Agency.

Dari Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam kunjungannya ke Aljazair, menyatakan bahwa keputusan tersebut bertentangan dengan semua peraturan undang-undang internasional. Ia menambahkan bahwa prioritas jangka pendeknya adalah untuk memastikan ketenangan serta membiarkan Israel dan Palestina untuk melanjutkan proses perdamaian.

Adapun Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni dalam akun Twitternya menuliskan bahwa masa depan Yerusalem harus didefinisikan dalam kerangka proses perdamaian.

Juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, mengatakan kepada televisi TRT bahwa langkah Trump sangat berbahaya yang bisa membuka luka baru di Timur Tengah.

Ratusan pemrotes dikabarkan berkumpul di luar konsulat AS di Istanbul. Pekan ini, Erdogan mengancam untuk memutuskan hubungan dengan Israel jika Trump mengambil langkah sepihak. Erdogan menyebut Yerusalem sebagai ‘garis merah’ bagi umat Islam.

Tag : Jerusalem
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top