Presiden Jokowi Akan Buka Resmi MQK Di Jepara Besok Siang (1/12/2017)

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka resmi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Nasional 2017 di Jepara Jawa Tengah, besok siang, Jumat (1/12/2017).
Nurudin Abdullah | 01 Desember 2017 02:02 WIB
Sejumlah santri Pondok Pesantren Darusy Syifa Al Islami, Ploso Jati, Kudus, Jawa Tengah sedang mengakses internet dengan laptopnya. Ilustrasi - JIBI/Nurudin Abdullah

Kabar2.com, JAKARTA-Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka resmi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Nasional 2017 di Jepara Jawa Tengah, besok siang, Jumat (1/12/2017).

Rencana kehadiran presiden membuka MQK ke-VI di Pondok Pesantren Balekambang, Jepara itu disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Ahmad Zayadi.

“Seremonial pembukaan MQK akan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB di lapangan Pondok Pesantren Raudlotul Mubtadiin, Balekambang, Jepara,” katanya dalam situs resmi Kemenag, Kamis (30/11/2017).

Menurutnya, acara pembukaan agenda tiga tahunan itu juga akan dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama sejumlah menteri kabinet kerja, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Dia menjelaskan seremonial pembukaan MQK yang diselenggarakan oleh Kemenag itu rencana dimeriahkn oleh kehadiran sekitar 2.680 santri pondok pesantrean, sebagai peserta maupun pengunjung.

Ada tiga lomba dalam MQK 2017 yang Pertama yaitu lomba membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning, dengan 25 bidang yang akan dikompetisikan dan terbagi dalam tingkatan, yaitu: dasar, menengah, dan tinggi.

Misalnya untuk tingkat dasar (marhalan ula) yaitu bidang Fiqh, Nahwu (gramatika Bahasa Arab), Akhlak, Tarikh (sejarah), dan Tauhid, untuk santri yang sudah berada di pondok pesantren minimal satu tahun, dan berusia maksimal 15 tahun kurang sehari.

Lomba Kedua adalah debat konstitusi berbasis kitab kuning dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Ketiga, adalah lomba eksibis atau pertunjukkan atraktif tentang nazham kitab populer di pesantren yang diisi oleh tim (maksimal 5 orang) dari setiap kafilah.

Sedangkan kegiatan penunjangnya yang tidak dilombakan antara lain Halaqah pimpinan pondok pesantren, Sarasehan dan musyawarah MQK, Bazar dan pameran produk pondok pesantren, Diskusi kepesantrenan dan Kitab kuning, dan Pentas seni kaum santri.

Tag : jokowi, presiden, pesantren
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top