Bandara Ngurah Rai Dibuka, Pengelola Objek Wisata di Karangasem Optimistis

Pengelola objek wisata di Karangasem optimistis, dengan dibukanya Bandara Ngurah Rai sejak Rabu (29/11/2017), kunjungan wisatawan akan meningkat.
Ni Putu Eka Wiratmini | 30 November 2017 15:15 WIB
Asap dan abu vulkanik menyembur dari kawah Gunung Agung dilihat dari Pura Besakih, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memantau terjadinya tremor menerus akibat aktifitas gunung tersebut dan abu gunung telah menyebar ke bagian barat daya dengan ketinggian hingga 3.000 meter serta merekomendasikan masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius hingga 10 km dari kawah. ANTARA FOTO - Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR – Pengelola objek wisata di Karangasem optimistis, dengan dibukanya Bandara Ngurah Rai sejak Rabu (29/11/2017), kunjungan wisatawan akan meningkat.

Pengelola Taman Ujung Sukasada Ida Made Alit mengatakan sejak bandara ditutup terjadi penurunan kunjungan wisatawan sebesar 80%. Kata dia, memang sejak ada aktivitas Gunung Agung pada September lalu telah terjadi penurunan kunjungan. Namun, pada Oktober kunjungan kembali normal dengan kedatangan sebanyak 200 wisatawan.

Sementara, sejak Bandara Ngurah Rai ditutup paling tidak ada sekitar 40 pengunjung yang datang ke Taman Ujung Sukasada.

“Pengaruhnya paling keras ke wisatawan domestik walau pun kunjungan terbesar kami berasal dari negara-negara Eropa tetapi mereka tidak bisa masuk ke Bali karena bandara tutup,” katanya, Kamis (30/11/2017).

Kata dia, dengan penurunan kunjungan, pendapatan Taman Ujung Sukasada juga menurun dari Rp10 juta dalam sehari menjadi Rp2 juta sehari.

“Memang jika dihitung dengan biaya operasional akan sangat jauh tapi kalau dirata-ratakan dengan pendapatan bulan-bulan kemarin masih bisa bernafas,” sebutnya.

Dia pun meyakini dengan kembali dibukanya Bandara Ngurah Rai maka akan ada perbaikan kunjungan. Setidaknya diprediksi jumlah kunjungan akan menjadi 100 pengunjung dari sebelumnya sebanyak 40 pengunjung.

“Tapi ini akan membaik penerbangan kan kembali dibuka jadi akan ada perbaikan, saya yakin itu,” katanya.

Walaupun Taman Ujung Sukasada berada di luar zona bahaya namun dia mengaku tetap mengantisipasi keselamatan wisatawan. Seperti misalnya dengan menyediakan masker jika terjadi hujan abu.

Dia tetap memastikan, Taman Ujung Sukasada sangat aman dikunjungi sebab lokasinya berada di dekat laut. Bahkan, menyaksikan Gunung Agung dari Taman Ujung Sukasada sangat bagus.

“Kita masih buka Taman Sukasada sebab dalam keadaan aman dan kita siap dari jam 6 pagi sampai 7 malam kita welcome kunjungan wisatawan, dan di sini paling enak sekali melihat Gunung Agung,” sebutnya.

Tag : gunung agung, karangasem
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top