Trump 'Serang' CNN, Sebut Kalah Penting Dari Fox News

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali 'menyerang' CNN, dengan menyebutnya sebagai sumber berita palsu serta kalah pamor dibandingkan dengan pesaingnya, Fox News.
Renat Sofie Andriani | 27 November 2017 09:09 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali 'menyerang' CNN, dengan menyebutnya sebagai sumber berita palsu serta kalah pamor dibandingkan dengan pesaingnya, Fox News.

“@FoxNews JAUH lebih diperhitungkan di Amerika Serikat daripada CNN. Namun di luar AS, CNN International masih menjadi sumber utama berita (palsu), dan mereka mewakili negara kita di dunia dengan sangat buruk,” tulisnya di Twitter akhir pekan kemarin.

“Dunia luar tidak melihat kebenaran dari mereka!” tukasnya, seperti dikutip dari laman Business Insider, Senin (27/11/2017).

Tim komunikasi CNN pun serta merta melancarkan respon yang tak kalah sengit. “Bukan tugas CNN untuk mewakili AS ke seluruh dunia. Itu tugasmu. Tugas kami adalah melaporkan berita. #FactsFirst,” balas mereka.

Komentar Trump muncul di tengah masa signifikan bagi media tersebut, saat induk usahanya Time Warner merger dengan AT&T dalam kesepakatan senilai US$85 miliar.

Departemen Kehakiman telah menuntut untuk memblokir merger tersebut, dan pakar hukum berspekulasi bahwa komentar-komentar Trump sebelumnya tentang CNN dapat diajukan dalam proses pengadilan tersebut.

CNN kerap menjadi sasaran kemarahan Trump, yang melabelinya dengan 'berita palsu', 'tidak jujur', dan 'memuakkan' dalam beberapa bulan terakhir saja.

Cuitan terbaru Trump itu juga adalah pernyataan yang kedua kalinya dalam beberapa hari di Twitter terhadap media tersohor. Pada hari Jumat (24/11), dia mengklaim telah menolak untuk kembali diusung sebagai 'Person of the Year' oleh Time Magazine.

“Time Magazine menghubungi saya dan mengatakan bahwa saya KEMUNGKINAN akan dinobatkan sebagai 'Man (Person) of the Year', seperti halnya tahun lalu, tapi saya harus setuju diwawancarai dan melakukan sesi foto. Saya kemudian katakan bahwa 'kemungkinan' bukan hal yang baik dan menolaknya. Thanks anyway!”, tulis Trump.

Majalah tersebut pun menampik klaim Trump dan mencuit bahwa Trump telah salah memahami bagaimana mereka memilih 'Person of the Year'. “TIME tidak berkomentar apapun mengenai pilihan kami hingga waktu untuk publikasinya, yakni 6 Desember.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top