Investasi Nonfinansial China ke Luar Negeri Melorot Tajam

Investasi ke luar negeri nonfinansial dari China mengalami penurunan tajam sepanjang tahun ini dibandingkan tahun lalu.
Yustinus Andri DP | 16 November 2017 18:06 WIB
Tren Pergerakan Indeks Hang Seng dan Indeks Entreprise China di Hong Kong, Rabu (8/7/2015). - Reuters.

Bisnis.com, JAKARTA – Investasi ke luar negeri nonfinansial dari China mengalami penurunan tajam sepanjang tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Kementerian Perdagangan China melaporkan, investasi ke luar negeri Negeri Panda turun menjadi US$86,3 miliar sepanjang Januari-Oktober 2017. Capaian itu turun 41% dari periode yang sama tahun lalu.

“Tidak ada transaksi investasi di sektor realestate, olahraga atau hiburan yang baru sepanjang tahin ini. Sebagian besar investasi ke luar justru berasal dari sektor manufaktur, ritel dan teknologi,” tulis otoritas perdagangan China tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (16/11/2017).

Penurunan tersebut, menurut Kementerian Perdagangan China, merupakan dampak dari pengetatan investasi ke luar negeri yang dinilai tidak rasional oleh Pemerintah China. Kebijakan itu, dilakukan para pejabat di Beijing untuk menghentikan arus keluar modal secara besar-besaran, seperti yang terjadi pada tahun lalu.

Adapun, perolehan tahun ini merupakan pembalikan atas pertumbuhan arus investasi ke luar negeri yang terus terjadi secara berturut-turut sejak 2010. Tercatat, pada tahun lalu arus investasi nonfinansial ke luar negeri memecahkan rekor dengan melonjak 44,1% menjadi US$170,1 miliar. Capaian tahun lalu itu naik hampir empat kali lipat dari perolehan pada 2009.

“Kombinasi kontrol modal keluar yang ketat dan pembatasan aktivitas merger dan akuisisi yang tidak rasional, telah mereduksi investasi luar negeri China,” kata Tom Orlik, Kepala Ekonom kawasan Asia di Bloomberg Economics.

Dia menilai, peraturan tersebut memang dibutuhkan oleh China untuk menstabilkan yuan yang sempat berkinerja buruk pada awal tahun lalu. Namun demikian, Beijing sejatinya tidak terlalu ketat dalam memberlakukan aturan investasi ke luar negeri.

Pasalnya, pemerintah tetap memperbolehkan aksi korporasi atau investasi di luar negeri dalam nilai besar, namun harus terkait dengan program Belt and Road yang diinisiasi oleh Presiden China Xi Jinping.

Sebelumnya, Pemerintah China mengeluarkan aturan baru pada Agustus terkait investasi ke uar negeri. Dalam hal ini, investor China diharapkan tidak melakukan investasi atau akuisisi dengan nilai yang tidak masuk akal di sejumlah industri seperti realestate, hiburan, dan olahraga.

Sementara itu, di tengah upaya negara tersebut membatasi arus modal dan investasi ke luar, mereka justru semakin membuka diri untuk investor asing. Hal itu diungkapkan oleh Presiden China Xi Jinping.

Dalam pidatonya pada akhir bulan lalu dan saat KTT APEC dia mengatakan bahwa negaranya akan lebih membuka diri untuk bekerja sama dengan negara lain termasuk AS di masa depan. Salah satunya dengan rencana nasional untuk membuka sektor keuangannya dengan menghapus batasan kepemilikan asing pada sektor perbankan dan manajemen aset.

Seperti diketahui, selama ini Negeri Panda relatif tertutup terhadap investasi asing terutama di sektor keuangan dan teknologi. Salah satunya dengan memblokir akses Facebook ke negara tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, ekonomi china

Sumber : Bloomberg
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top