Megawati Raih Doktor Kehormatan dari UNP

Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (Dr HC) yang kelima dari Universitas Negeri Padang (UNP).
Heri Faisal | 27 September 2017 17:19 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, PADANG — Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (Dr HC) yang kelima dari Universitas Negeri Padang (UNP).

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan itu sudah menerima empat gelar doktor kehormatan, masing-masing dari Waseda University, Tokyo, Jepang di bidang hukum pada 29 Agustus 2001.

Gelar Doktor HC kedua didapatkan dari Moscow State Institute of International Relations, Moskow Rusia dalam bidang politik pada 22 April 2003.

Kemudian, dari Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korea Selatan di bidang Politik pada 19 Oktober 2015. Dan dari Universitas Padjajaran Bandung dalam bidang politik dan ilmu pemerintahan pada 25 Mei 2016.  

Sementara itu, gelar doktor kehormatan diberikan UNP dalam bidang politik pendidikan, mengingat kontibusi Presiden ke-5 tersebut dalam bidang pendidikan.

“Saat menjadi presiden telah menggagas dan mengawali jalannya Undang-undang No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,” kata Ketua Promotor, Sufyarma Marsidin, Rabu (27/9/2017).

Menurutnya, undang-undang yang lahir pada kepemimpinan Megawati itu telah meningkatkan perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.

“Undang-undang itu juga secara tegas menjadi implementasi dari pasa 31 ayat (4) UUD 1945, yang mewajibkan negara mengalokasikan anggaran bagi dunia pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD,” katanya.

Sufyarma mengungkapkan pertimbangan pemberian gelar itu tidak hanya kontribusinya mengenai regulasi dasar di bidang pendidikan, tetapi juga sosoknya sebagai negarawan. Misalnya, saat peristiwa penyerangan markas PDI pada Juli 1996, Megawati memilih tidak membalas dan menyerahkan proses kepada hukum.

Megawati mengaku terhormat dengan pemberian gelar tersebut. Sekaligus telah membuka cakrawala bahwa politik dan pendidikan tidak bisa dipisahkan. “Saya sangat antusias, bangga, dan sekaligus bersyukur, karena gelar yang saya terima adalah dalam bidang politik pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, politik dan pendidikan tidak bisa dipisahkan, karena politik menghasilkan sistem pendidikan, dan pendidikan mempengaruhi kehidupan politik.

Adapun, sejumlah pejabat dan mantan pejabat tinggi negara tampak hadir dalam pemberian gelar tersebut, antara lain Mantan Wakil Presiden Boediono, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kepala BIM Budi Gunawan, dan pejabat lainnya.

Tag : megawati
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top