GUNUNG AGUNG AWAS: Begini Kebaikan Orang Bali. Ternak Pun Dapat Penampungan Gratis

Ancaman letusan Gunung Agung, yang kini berada dalam status awas, menjadi momen yang menunjukkan bagaimana wujud solidaritas warga Bali terhadap sesamanya.
Ni Putu Eka Wiratmini | 27 September 2017 12:59 WIB
Pesawat terbang melintas di atas Gunung Agung, di Bali, Selasa (26/9). - Reuters/Darren Whiteside

Kabar24.com, DENPASAR – Ancaman letusan Gunung Agung, yang kini berada dalam status awas, menjadi momen yang menunjukkan bagaimana wujud solidaritas warga Bali terhadap sesamanya.

Warga yang tidak terkena bencana Gunung Agung, berbekal rasa kemanusian dan tolong menolong, berinisiatif memberi bantuan sukarela.

Selain membantu para pengungsi, mereka juga menyediakan tempat penampungan hewan ternak.

Bantuan yang diberikan pun tidak hanya dari satu orang melainkan beberapa kelompok yang tersebar di beberapa wilayah Bali.

Salah satunya adalah  I Wayan Suriada asal Sidemen Karangasem. Dia menuturkan wilayahnya tidak terkena dampak langsung dari bencana Gunung Agung karena berada di zona hijau atau 15 km dari lokasi bencana.

Pihaknya menyediakan lahan seluas 3 hektar untuk tempat penampungan hewan.

Semenjak penitipan hewan ternak ini dibuka pada Kamis (21/9/2017) atau 2 hari setelah pengumuman level awas, sudah banyak warga terdampak yang menelepon meminta bantuannya. Kini di tempat penampungan yang dia koordinir, ada 53 sapi, 15 kambing, dan 3 babi.

Lahan warga dimanfaatkan menjadi tempat penitipan hewan ternak/Bisnis-Ni Putu Eka Wiratmini

“Pertama, saya orang Karangasem, juga kita orang Bali sama-sama saudara Indonesia, kita sebagai keluarga besar harus bantu karena saudara-saudara kita membutuhkan pertolongan,” katanya, kepada Bisnis, Rabu (27/9/2017).

Dia menyebutkan bantuan penitipan hewan ternak tidak hanya ada di Sidemen. Bantuan serupa juga terdapat di wilayah lain di Bali seperti warga di Rendang maupun di Kubutambahan, Buleleng.

Menurutnya, karena banyaknya inisiatf serupa dari warga, dia pun berkoordinasi langsung dengan Dinas Peternakan Bali untuk membuat zona penitipan hewan ternak.

Hingga saat ini, ada 4 zona penitipan hewan ternak yang sudah berada di bawah izin pemerintah Bali yakni Zona Barat yang ada di Rendang Karangasem seluas 2 hektar, Zona Selatan di Sidemen Karangasem seluas 3 hektar, Zona Timur di Tista Karangasem seluas 40 are dan Zona Utara di Kubutambahan Buleleng seluas 1 hektar.

“Penitipan hewan ternak pengungsi Gunung Agung ini bahkan telah terkoordinasi di bawah Dinas Peternakan Bali,” katanya.

Dia menekankan, musibah yang dialami warga Karangasem ini sangat membutuhkan aksi nyata dari semua pihak, tidak hanya untuk pengungsi namun juga aset yang mereka miliki.

Kata dia, karena bencana Gunung Agung, banyak pengungsi yang kebingungan dan terpaksa menjual hewan ternaknya dengan harga miring.

Dia pun menyarankan dengan penitipan hewan ternak, pengungsi tidak perlu menjual ternaknya dengan harga murah. Bahkan, di penitipan hewan ternak, pakannya terjamin sebab ada donator maupun pemerintah yang turun langsung memberi bantuan.

“Yang jelas kami berusaha semaksimal mungkin,” ujar I Wayan Suriada.

Tentang keengganan warga terdampak mengungsi, silakan klik GUNUNG AGUNG AWAS: Ini Kisah Menarik di Balik Keengganan Warga Mengungsi

Tag : gunung agung
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top