Puspa Agro Masuki Pasar Grosir Tahun Depan

BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di sektor agribisnis PT Puspa Agro pada pertengahan tahun depan berencana akan memperluas bisnisnya dengan masuk ke pasar grosir.
Peni Widarti | 19 September 2017 19:20 WIB
Direktur Utama Puspa Agro Abdullah Muchibuddin (kiri) dan Humas Puspa Agro Suhartoko (kanan) saat memamerkan produk-produk pangan Puspa Agro kepada media, Selasa (19/9 - 2017).

Kabar24.com, SURABAYA - BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di sektor agribisnis PT Puspa Agro pada pertengahan tahun depan berencana akan memperluas bisnisnya dengan masuk ke pasar grosir.

Direktur Utama Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin mengatakan Puspa Agro ingin masuk ke pasar grosir juga untuk ikut berperan sebagai stabilitator harga atau memotong mata rantai dari petani ke konsumen.

"Kami tidak masuk ke ritel karena peran kami sebagai stabilitator akan hilang lantaran harga jual nanti bakal bersaing dengan para pedagang kecil, tapi kalau masuk sebagai grosir ini akan menggerakan ekonomi baik konsumen maupun pedagang pasar," jelasnya saat diskusi media, Selasa (19/9/2017).

Dia menjelaskan Puspa Grosir akan memiliki konsep seperti Puspa Trading House tetapi berupa toko grosir dengan pembelinya adalah pedagang kecil di kampung-kampung secara jual putus.

"Konsumen Puspa Grosir nantinya memiliki member sehingga tidak semua orang bisa beli di toko grosir kami, karena memang fokusnya untuk grosir bukan langsung ke end user," katanya.

Saat ini, kata Muchibuddin, Puspa Agro masih melakukan studi banding dengan Bank Indonesia Jawa Timur terkait pasar grosir ini, termasuk rencana menggandeng koperasi, serta titik lokasi toko grosir.

"Investasinya juga masih dalam penghitungan, mungkin akan bekerja sama dengan baik lain untuk penyediaan tempat/toko," imbuhnya.

Muchibuddin menambahkan saat ini pihaknya juga tengah fokus pengembangan Puspa Trading House, di mana sudah ada 500 gabungan kelompok tani (gapoktan) yang menyuplai bahan-bahan pokok seperti sayur, buah, beras, ayam dan ikan frozen.

Trading House didirikan sejak 2014. Unit usaha tersebut pada 2014 mencatatkan kinerja omset mencapai Rp14,37 miliar atau 780 ton. Pada 2015 omset Trading House meningkat menjadi Rp78 miliar atau 5.485 ton, dan pada 2016 naik menjadi Rp279,12 miliar atau 33.268 ton.

"Tahun ini hingga semester I omsetnya sudah mencapai Rp234,66 miliar atau 30.946 ton. Sampai akhir tahun kami perkirakan omset kami bisa mencapai Rp400 miliar," imbuh Muchibuddin.

Dia menambahkan, peningkatan omset Trading House tersebut merupakan capaian Puspa Agro salah satunya dengan menggandeng perusahaan pemerintah maupun swasta.

Seperti kerja sama dengan katering PT Pangansari Utama untuk memenuhi permintaan katering di Freeport, PT Indocarter, dengan PT Aero Catering Service (Garuda Indonesia grup), PT Prima Citra Nutrindo untuk melayani 20 rumah sakit di Surabaya.

"Termasuk dengan PT Perikanan Nusantara (Perinus) untuk pemasaran produk ikan. Sedangkan produk beras, kami kerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang terutama untuk pemberdayaan petani," imbuhnya.

Tag : grosir, pemprov jatim
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top