Ketahuan Bodong, Travel Umrah asal NTB Dipanggil Satgas Investasi

Investasi bodong berkedok program menabung paket umrah kini tengah marak, termasuk di daerah Nusa Tenggara Barat.
Eka Chandra Septarini | 19 September 2017 16:13 WIB
Jemaah umrah di Masjidil Haram - Reuters/Amr Abdallah Dalsh

Kabar24.com, MATARAM -- Investasi bodong berkedok program menabung paket umrah kini tengah marak, termasuk di daerah Nusa Tenggara Barat.

Masyarakat NTB diminta waspada terhadap promo yang dilakukan oleh PT Cahaya Mandiri Rinjani yang berkantor pusat di Kekalik, Mataram.

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan A. Kamil Razak mengatakan modus yang dilakukan adalah dengan menawarkan investasi melalui program Paket Menabung Umrah dengan investasi awal sebesar Rp900 ribu sampai dengan Rp6,3 juta dan menggunakan model jaringan 'kaki kanan dan kiri' atau skema Ponzi.

"PT Cahaya Mandiri Rinjani atau PT Camar telah dilaporkan oleh RY tanggal 19 Juli 2017 dengan STPL Nomor : STPL/1548/VII/2017/JBR/Polrestabes. Kebetulan yang melaporkan adalah korban di kantor cabang di Jawa Barat. Jadi sekarang kasus ini tengah diproses di Jabar," ujar Kamil saat Sosialisasi Satgas Investasi di Mataram, Senin (19/9/2017).

PT Camar merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan wisata religi, umroh juga Haji.

Konsumen diberi iming-iming cicilan tabungan untuk berangkat umrah sesuai paket yang dipilih pada program Paket Menabung Umrah dengan potensi hadiah.

Adapun hadiah yang diberikan antara lain potensi umrah amanah sebesar Rp600 ribu sampai dengan Rp4,2 juta per hari atau Rp18 juta sampai Rp126 juta per bulan.

Selain itu, ada paket lain yang juga ditawarkan yaitu potensi umrah syiar sebesar Rp300 ribu sampai dengan Rp2,1 juta per jamaah.

Reward syiar berupa wisata religi, tiket umrah, mobil, dan rumah/villa mewah juga ditawarkan guna menarik minat masyarakat untuk memasukkan uangnya ke investasi tersebut.

Guna meyakinkan masyarakat, PT Camar telah menyiapkan aplikasi software yang dapat digunakan untuk transaksi pembayaran.

Satgas Waspada Investasi pada 15 Agustus 2017 lalu telah mengundang pengurus PT Camar, tetapi seluruh pengurus mangkir dan tidak ada alasan yang jelas mengenai ketidakhadirannya.

"Saya minta masyarakat tetap waspada. Jangan terbujuk dengan iming-iming umrah murah tapi tidak jelas penyelenggaranya," ujar Kamil.

Tag : umrah, travel agent
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top