PBB Usung 8 Isu Dalam Sidang Umum

Sidang Umum Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa yang digelar pekan ini akan mengusung delapan topik utama.
Yustinus Andri DP | 18 September 2017 18:50 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - Istimewa

Bisnis.com, Jakarta — Sidang Umum Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa yang digelar pekan ini akan mengusung delapan topik utama.

Dilansir dari laman resmi PBB, pertemuan yang digelar di New York pada 18-23 September 2017 ini akan mengusung delapan topik yang akan dibagi dalam tiga kelompok pembahasan.

Pertama adalah pendidikan, lingkungan hidup, perkembangan sosial. Kedua, perdagangan global, gender/seksualitas dan kehidupan masyarakat. Ketiga, teknologi, inovasi, air dan sanitasi serta globalisasi dalam agenda PBB 2030 (SDGs).

Sekjen PBB António Guterres mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan pada momentum yang tepat di tengah meningkatnya tantangan global. Dia menyebutkan, dunia tengah menghadapi ancaman utama mulai dari bahaya nuklir hingga terorisme global, ketidaksetaraan gender, kejahatan dunia maya, serta dampak perubahan iklim parah berupa badai dan banjir di bebrapa belahan dunia.

“Tidak ada negara yang bisa memenuhi tes ini sendiri. Tapi, jika kita bekerja sama, kita bisa memetakan solusi yang lebih tepat dan stabil. Dan itulah sebabnya pertemuan Majelis Umum sangat penting,” katanya, seperti dikutip dari laman PBB, Senin (18/9/2017).

Namun demikian, salah satu topik utama yang bakal menjadi pembahasan utama adalah isu kemanusiaan dan keamanan nasional.

Dalam topik kemanusiaan, Guterres menyoroti kasus Rohingya di Myanmar. Dia mengatakan, kasus tersebut cenderung dibiarkan selama beberapa dekade terakhir. Intimidasi itu dinilai telah melampaui batas kemanusian. Saat ini, pengungsi Rohingya yang pindah ke Bangladesh tercatat telah mencapai 350.000 orang.

“Saya mendesak semua negara untuk melakukan apa yang mereka bisa terkait bantuan kemanusiaan. Saya mengutuk serangan yang dilakukan oleh Arakan Rohingya Salvation Army di Negara Bagian Rakhine,” lanjutnya.

Sementara itu, sang tuan rumah yakni Amerika Serikat akan mengusung topik denuklirisasi Korea Utara dan Iran. Topik itu akan disampaikan Presiden Donald Trump dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB pada Selasa (19/9).

Dalam keterangan resminya, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan Trump akan mengajukan dua permintaan ke organisasi antarnegara terbesar di dunia tersebut yakni mengajak negara anggota PBB melawan Korut dan menahan Iran untuk melanjutkan program nuklirnya.

Meskipun demikian, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, AS akan mengusung misi damai dalam pertemuan PBB tersebut.

“Jika usaha diplomatik gagal, kita baru akan memilih tindakan militer ketika itu menjadi satu-satunya solusi yang tersisa. Tapi jelas kita mencari solusi damai dalam kasus ini,” kata Tillerson, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (18/9).

Tag : ekonomi global, pbb
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top