Datang Ke Indonesia, Ini Misi Sekjen WIPO

Sekretaris Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO) akan bertemu Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Tanah Air.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 18 September 2017  |  16:59 WIB
Datang Ke Indonesia, Ini Misi Sekjen WIPO
WIPO Director General Francis Gurry - wipo.int

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO) akan bertemu Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Tanah Air.

Lawatan pertama kalinya untuk Sekjen WIPO Francis Gurry ini diproyeksi membahas topik seputar kekayaan intelektual dan inovasi.

Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan KI Kementerian Hukum dan HAM Dede Mia Yusanti mengatakan dalam Global Innovation Index, Indonesia menempati urutan ke-87, tetapi dibandingkan dengan negara di kawasan Asean lain, posisi RI relatif rendah.

Menurutnya, dalam kunjungan kerja untuk kedua kalinya bagi Sekjen WIPO, setelah pertama kali berkunjung pada 1985, akan membawa misi untuk membicarakan soal dukungan peningkatan inovasi nasional.

“Sepertinya dia akan memberikan gambaran kepada high level, memberikan keyakinan kepada pemerintah agar kita lekas bergabung ke Madrid Protocol. Soal inovasi, di Asean kita terhitung lambat, ini yang mau didorong,” tuturnya, Senin (18/9/2017).

 

Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Dede Mia Yusanti dan Deputy Director WIPO Office in Singapore Candra Darusman dalam konferensi pers agenda Global Innovation Index (GII) yang akan digelar Rabu (20/9/2017). (Bisnis-David Eka Issetiabudi)

Protokol Madrid adalah suatu konvensi internasional di bidang merek khususnya untuk pendaftaran merek secara internasional dengan konsep dasar yang ditawarkan adalah satu aplikasi merek akan mendapatkan perlindungan hukum di banyak negara.

Menuju Madrid Protocol, Indonesia sudah tertinggal dengan negara-negara Asean, seperti Thailand, Singapura dan Filipina. Padahal, negara-negara Asean berjanji meratifikasi konvensi ini, setelah Asean Free Trade Agreement (AFTA) bergulir.

Francis dijadwalkan akan bertemu Presiden Joko Widodo pada Selasa (19/9) pagi, selanjutnya direncanakan juga akan bertemu Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Perindustrian, Menteri Kesehatan, Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Koperasi dan UKM.

Selain itu, Francis juga akan membuka agenda Global Innovation Index (GII) Conference, pada Rabu (20/9) bertempat di Hotel Borobudur.

Dede menjelaskan keberadaan kebijakan turunan untuk mendukung Protokol Madrid sebenarnya sudah disiapkan, dalam lima tahun terakhir. Dengan persiapan yang ada, Indonesia sebenarnya sudah siap untuk bergabung dengan 99 negara lainnya yang sudah lebih dulu bergabung di Protokol Madrid.

“Sebenarnya kita menunggu UU Merek hadir, beserta turunannya ada. Sekarang itu semua sudah ada, makanya sekarang kami siap. Ini tidak hanya bicara soal political will, tetapi bicara tentang substansinya,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hki, kekayaan intelektual

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top