Ricky Pesik Galang Dana untuk Pengobatan Sastrawan Hamsad Rangkuti

Sastrawan kenamaan Indonesia Hamsad Rangkuti tengah terbaring lemah karena stroke. Hamsad beberapa kali dirawat di rumah sakit, namun kini rawat jalan di rumah karena kendala biaya.
Ramdha Mawaddha | 14 September 2017 17:53 WIB
Hamsad Rangkuti - tempo
Kabar24.com, JAKARTA-Sastrawan kenamaan Indonesia Hamsad Rangkuti sedang terbaring lemah karena stroke. Hamsad beberapa kali dirawat di rumah sakit, tetapi kini rawat jalan di rumah karena kendala biaya. 
 
Kendala biaya pengobatan yang dialami peraih Khatulistiwa Literary Award 2003 itu mendorong Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Pesik melakukan penggalangan dana di Kitabisa.com. 
 
Melalui laman Facebook pribadinya, Ricky mengajak publik untuk membantu biaya pengobatan Hamsad. Bagi Ricky, sosok Hamsad adalah penulis jenius yang cukup produktif berkarya di Indonesia dan sempat aktif sebagai Pemred Majalah Horison. 
 
“Sekarang ini, saya dan teman-teman di Bekraf sedang membuat fundraising untuk membantu biaya pengobatan dan menopang kehidupan Pak Hamsad beserta isteri yang kondisinya jauh dari kesejahteraan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Kamis (14/09/2017).
 
Ricky Pesik juga berharap agar gotong royong publik yang tengah Ia galang bisa menjadi kado hari tua bagi Hamsad. “Semoga donasi rekan-rekan sekalian bisa menjadi kado hari tua Pak Hamsad Rangkuti yang telah mengharumkan nama bangsa,” ujar Ricky. 
 
Menurut Istri Hamsad, Nurwindasari, Hamsad telah menderita penyakit sejak beberapa tahun lalu. "Awalnya sakit itu muntah-berak. Tahun 2012, Bapak sampai harus melakukan operasi by pass jantung. Perutnya sampai-sampai harus dilubangi karena tak bisa lagi buang air kecil. Tahun 2016 itu kena stroke sampai sekarang," tuturnya. 
 
Keadaan Hamsad memburuk sejak tahun 2009 setelah mendapatkan penghargaan SEA Writers Award di Thailand. Pemerintah Kota Depok mengambil tanah mereka secara sepihak, membangun tempat pembuangan sampah berukuran 5×12 meter di belakang rumahnya. 
 
Rumah yang dibangun dengan uang hasil menulisnya tak lagi terasa hangat. Sampah yang menumpuk di tanah yang terebut menerbangkan bau. Belatung, kecoak, tikus, menembus tembok-tembok rumahnya dan menyebabkan Hamsad ‘mengungsi’ ke kampung halamannya.

 

Tag : humaniora
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top