Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proses PKPU: Kewajiban Internusa Keramik Rp231 Miliar

Internusa Keramik Alamasri (dalam PKPU) memiliki kewajiban senilai Rp231 miliar kepada para krediturnya.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 29 Agustus 2017  |  17:19 WIB
Proses PKPU: Kewajiban Internusa Keramik Rp231 Miliar
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. - Deliana Pradhita Sari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Produsen keramik PT Internusa Keramik Alamasri (dalam PKPU) memiliki kewajiban senilai Rp231 miliar kepada para krediturnya.

Kewajiban tersebut telah diverifikasi oleh tim pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). 

Salah satu pengurus PKPU Ahmad Henri mengatakan tim pengurus telah mengakui total utang PT Internusa Keramik Alamasri (debitur) senilai Rp231 miliar. Tagihan tersebut datang dari 63 kreditur.

"Rinciannya yaitu satu kreditur separatis, 52 kreditur konkuren dan 10 kreditur preferen," katanya dalam rapat kreditur beragendakan verifikasi, Selasa (29/8/2017).

Henri mengungkapkan terdapat sembilan kreditur yang telat mendaftar, dengan tagihan Rp57 miliar. Namun piutang tersebut tidak dimasukkan dalam daftar tagihan tetap.

Jumlah utang debitur yang diverifiksi oleh tim pengurus mengalami penurunan dari jumlah utang yang dicatat oleh debitur

Kuasa hukum debitur Aji Wijaya berujar debitur mengantongi tagihan sementara Rp267,2 miliar.

Dalam catatan debitur, kewajiban tersebut terdiri dari utang kepada kreditur separatis Rp99 miliar, kreditur konkuren Rp164 miliar dan utang karyawan Rp4,2 miliar.

Anak usaha PT Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) Tbk., ini diputus PKPU pada 27 Juli 2017. Permohonan PKPU diajukan oleh pelaku usaha Ariesto Priambodo.

Perkara ini terdaftar dengan No.93/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN.Jkt.Pst.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkpu
Editor : M. Taufikul Basari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top