Setelah Karet, Pemerintah Tawarkan Barter Sukhoi dengan Kerupuk

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengemukakan Pemerintah tengah mempersiapkan daftar komoditas yang akan dibarter dengan pesawat tempur tersebut.
Arys Aditya | 28 Agustus 2017 19:01 WIB
Sukhoi TNI AU

Kabar24.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia berniat menukar sejumlah komoditas dengan 11 unit pesawat Sukhoi SU-35 senilai minimal US$570 juta. Salah satu komoditas itu adalah kerupuk.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengemukakan Pemerintah tengah mempersiapkan daftar komoditas yang akan dibarter dengan pesawat tempur tersebut.

"Furnitur, karet, kemudian produk-produk makanan, crackers, kerupuk, biskuit dan alat-alat pertahanan produksi [PT] Pindad," ujarnya usai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (28/8/2017).

Dia menyatakan pemerintah serius dalam menawarkan kerupuk dan biskuit karena nilai ekspor produk makanan tersebut terbilang tinggi.

"Serius. Saya kan ingin ada nilai tambah. Kerupuk lho sekarang di Nigeria, biskuit segala macem dari Mayora, Wings, ke Afrika itu ekspornya tinggi sekali. Dia punya nilai tambah," tuturnya.

Dia mengatakan, daftar panjang itu akan diserahkan ke Rusia untuk kemudian dipilih. Setelah Pemerintah Rusia memilih, kata Mendag, maka negosiasi baru melangkah ke tahap berikutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementerian perdagangan, sukhoi, alutsista

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top