Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gagal Ledakkan Pesawat Etihad Airways, 4 Bersaudara Ini Susun Rencana Setahun Lebih

Selama lebih dari setahun empat bersaudara ini merencanakan untuk meledakkan sebuah pesawat. Mereka berencana untuk meledakkan pesawat yang terbang dari Sydney ke Abu Dhabi.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 22 Agustus 2017  |  12:45 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA -Selama lebih dari setahun empat bersaudara ini merencanakan untuk meledakkan sebuah pesawat. Mereka berencana untuk meledakkan pesawat yang terbang dari Sydney ke Abu Dhabi.

Pihak keamanan Libanon menyatakan telah mengawasi keempat bersaudara ini dengan samsama.

Menteri Dalam Negeri Libanon Nohad Machnouk mengatakan pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah Australia mengenai hal ini untuk waktu yang cukp lama.

Bulan ini, Kepolisian Australia menjatuhkan dua tuduhan atas Khaled Khayat dan Mahmoud Khayat terkait perencanaan serangan teror setelah pihaknya melakukan penggeledahan guna membatalkan kegiatan yang menurut otoritas setempat diinspirasi oleh IS untuk meledakkan sebuah penerbangan Etihad Airways.

Dalam sebuah konferensi pers, Nohad mengatakan bahwa satu dari empat bersaudara yakni Tareq Khayat diketahui pindah ke markas besar IS di Suriah dan menjadi komandan kelompok jihadis tersebut sejak lebih dari setahun lalu.

Pihak Keamanan Internal Libanon pun lantas mengawasi setiap gerak gerik Tareq, Khaled, dan Mahmoud Khayat serta satu orang lainnya yakni Amer Khayat.

Khaled, Mahmoud, dan Amer tinggal di Australia tetapi beberapa kali diketahui mengunjungi Libanon. Nohad mengatakan keempat bersaudara ini berkewargaan Libanon.

Menurutnya, Amer Khayat tiba di London pada 15 Juli, hari di mana kepolisian Australia menginfokan bahwa para pelaku perencana serangan teror mencoba memasukkan bom ke sebuah pesawat milik Etihad yang akan bertolak dari Sydney.

Kepolisian Australia juga melaporkan adanya pria yang mencoba melakukan check in sebuah koper berisi bom. Pemilik koper mengaku tidak tahu menahu soal bom yang disembunyikan dalam mesin penggiling daging. Menurutnya, mesin tersebut dimasukkan oleh saudaranya.

Nohad menambahkan Amer Khayat merupakan orang yang ditunjuk melakukan serangan di pesawat tersebut. Divisi internal intelijen Libanon mengungkap bahwa pria tersebut ada hubungannya dengan operasi ini. Dia menambahkan, ada juga penemuan bom lain yang disembunyikan di boneka besar dalam tas.

Namun demikian, dia tidak menjelaskan apa yang terjadi pada Amer setelah tiba di London.

Rencana peledakan pesawat itu akhirnya berhasil digagalkan karena terjadi kelebihan angkutan bagasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Reuters, dalam penerbangan tersebut terdapat sekitar 120 warga Libanon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

etihad airways terorisme
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top