Lewat Promosi Digital, GWK Berhasil Datangkan Kalangan Middle-Up

Sejumlah objek wisata di Bali mulai menggunakan digital marketing untuk melakukan promosi pariwisata.
Ni Putu Eka Wiratmini | 21 Agustus 2017 18:21 WIB
Garuda Wisnu Kencana (GWK) - wikipedia

Kabar24.com, DENPASAR – Sejumlah objek wisata di Bali mulai menggunakan digital marketing untuk melakukan promosi pariwisata.

Salah satunya adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park yang telah menggunakan promosi lewat digital sejak 2016. Diyakini, berkat digital marketing, banyak turis middle up atau kalangan atas yang datang berkunjung ke sini.

GWK menggunakan sosial media berupa Facebook, Instagram, Linked In, Google Plus, dan Twitter untuk melakukan promosi. Bersosial media aktif dilakukan untuk menggaet pengunjung yang hasilnya cukup banyak yang tertarik dengan tiap postingannya.

Direktur Operasi dan Pembangunan PT Garuda Adhimarta Indonesia Seno Andhikawanto mengatakan cara ini dipilih sebab menghasilkan target market yang lebih spesifik . Belum lagi, cara promosi dengan digital marketing dinilainya sangat efektif .

Seno mengatakan, digital marketing sudah berhasil mendatangkan lebih banyak turis ke GWK hanya saja, saat ini belum dapat dilihat jumlah kunjungan yang dihasilkan lewat cara ini.

Namun, dia optimistis berkat digital marketing, makin banyak walk-in guest dan kalangan middle up yang datang.

“Dari segi branding cara digital online mulai terlihat dengan banyaknya kehadiran walk ini dan middle up ke GWK,” katanya, Senin (21/8/2017).

Kata dia, ada beberapa keunggulan yang didapat lewat promosi wisata dengan digital marketing yakni jangkauan luas, mudah di akses dan interaktif, mudah dilacak dan dimonitor karena menggunakan sistem, dapat melakukan multi posting seperti foto, video, tulisan, testimoni, serta lebih impressive.

Sementara, belum lama ini, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali IB Agung Partha mengatakan ke Bisnis Indonesia bahwa pihaknya sedang mengupayakan masyarakat Bali mempromosikan objek wisatanya dengan cara digital. Ia menarget 2018 nanti, orang Bali sudah mulai memasarkan produk wisatanya secara digital.

“Ya mau gak mau pelaku wisata harus berubah, saya tetap encourage mereka untuk melakukan promosi secara digital,” katanya baru-baru ini.

Dari pantauan Bisnis Indonesia, di Bali sendiri ada beberapa hotel yang menyasar kaum milenial dengan melakukan branding dan promosi menggunakan digital marketing. Salah satunya, Sol House Bali Legian, yang hotelnya bisa dipesan lewat Twitter dan Facebook.

Sayang, promosi digital baru dilakukan segelintir pemilik usaha pariwisata di Bali. Sementara, promosi digital masih dominan dilakukan pemilik usaha privat atau swasta.

Hal ini dibenarkan Agung Partha yang mengatakan saat ini memang sudah ada beberapa pelaku usaha yang mengarah ke promosi digital. Hanya saja baru, digital marketing baru dilakukan oleh sektor privat sementara sektor publik atau objek wisata yang dimiliki desa masih melakukan promosi secara offline.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata bali

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top