Korupsi E-KTP: Setya Novanto Temui Ketua MA? Akan Menangkan Praperadilan?

Generasi Muda Partai Golkar menduga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto bertemu Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali. Hal itu tersebut terkait status Setya sebagai tersangka korupsi KTP berbasis elektronik, yang akan mengajukan praperadilan
Lingga Sukatma Wiangga | 15 Agustus 2017 16:25 WIB
Setya Novanto - Antara/Aprillio Akbar

Kabar24.com, JAKARTA—Generasi Muda Partai Golkar menduga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto bertemu Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali. Hal itu tersebut terkait status Setya sebagai tersangka korupsi KTP berbasis elektronik, yang akan mengajukan praperadilan.

Ketua Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan pihaknya menduga ada pertemuan tersebut setelah menerima informasi dari sumber terpercaya. Setya dan Hatta diduga bertemu di Surabaya dalam acara sebuah lembaga pendidikan.

Oleh karena itu, pihaknya mendatangi Mahkamah Agung pada Selasa (15/8/2017) siang. Menurutnya, kedatangan GMPG itu bertujuan mengklarifikasi kabar tersebut.

“Namun setelah satu jam kami menunggu, Ketua Mahkamah Agung belum bersedia menemui kami,” ujarnya.

Doli menuturkan, jika pertemuan tersebut terjadi hal ini tentunya sangat tidak etis mengingat status Setya yang sudah menjadi tersangka. Hal itu, kta dia, menimbulkan kecurigaan Setya ingin ‘bermain mata’ agar lolos pada proses praperadilan.

Dia pun menyebut, di kalangan anggota dewan sudah beredar rumor bahwa Setya akan lolos dari kasus ini. Bahkan ada anggota partai yang tidak disebut namanya oleh Doli, sudah memperingatkan GMPG untuk tidak bertentangan dengan Setya.

Oleh karena itu, lanjut Doli, pihaknya dalam waktu dekat akan mendatangi Komisi Yudisial. Ia  berharap lembaga tersebut dapat mengawal praperadilan yang kemungkinan besar diajukan Setya sehingga berjalan sesuai koridor hukum .

Doli menyatakan, karena kasus yang menimpa ketua partai berlambang pohon beringin itu, kondisi partai hingga tataran daerah tidak kondusif.

“Memang secara organisasi semua pimpinan menyatakan tetap mendukung Setya Novanto. Tapi jika dikatakan partai baik-baik saja, tidak demikian. Banyak kekhawatiran terkait masa depan partai,” ujar Doli.

Pasalnya, pada 2018 dan 2019 Indonesia akan mengalami tahun politik. Menurutnya Golkar harus solid dan bersih agar elektabilitas partai menjelang tahun politik tidak terus merosot karena kasus tersebut.

Sebelumnya, pihaknya telah merilis 17 nama kader Partai Golkar di pusat yang diklaim menginginkan partai bersih dari korupsi dan satu visi dengan GMPG. Pihaknya pun akan kembali merilis nama kader partai yang sejalan.

Sementara itu, Sekretaris Mahkamah Agung Achmad Setyo Pudjoharsoyo mengatakan GMPG tidak bisa menemui Ketua MA lantaran Hatta sedang ada kegiatan di Istana Negara. Adapun GMPG sendiri sudah mengajukan surat untuk bertemu jauh-jauh hari.

“Pak Ketua [Hatta] sekarang sedang tidak di tempat karena ada kegiatan di istana. Apakah nanti diterima atau tidak tergantung bisa atau tidak Pak Ketua. Kecuali kalau sudah resmi dan sudah diagendakan biasanya ada surat yang diajukan, kan gak gampang untuk ketemu Ketua MA,” ujar Achmad.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar, setya novanto, korupsi e-ktp

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top