LONGSOR DI SICHUAN : Tangisan Bayi Bangunkan Orangtuanya

Sebanyak 15 orang korban tanah longsor di Provinsi Sichuan ditemukan tewas, sedangkan 120 lainnya masih tertimbun reruntuhan 62 bangunan rumah yang mereka tempati saat bencana tersebut terjadi pada Sabtu (24/6/2017) pagi.
Newswire | 25 Juni 2017 12:13 WIB
Pandangan umum menunjukkan lokasi tanah longsor yang terjadi di Desa Xinmo, Kabupaten Mao, provinsi Sichuan, China pada 25 Juni 2017. - Reuters

Kabar24.com, SICHUAN -- Sebanyak 15 orang korban tanah longsor di Provinsi Sichuan ditemukan tewas, sedangkan 120 lainnya masih tertimbun reruntuhan 62 bangunan rumah yang mereka tempati saat bencana tersebut terjadi pada Sabtu (24/6/2017) pagi.

Hingga Sabtu (24/6/2017) pukul 22.00 waktu setempat (21.00 WIB), petugas SAR mendapati 15 jasad tak bernyawa tersebut ditemukan di antara puing-puing bangunan, demikian laporan sejumlah media resmi pemerintah China yang dipantau di Beijing, Minggu (25/6/2017).

Pakar geologi di lokasi kejadian berpendapat bahwa kemungkinan korban yang bisa selamat dalam musibah tersebut sangat kecil.

Hanya tiga orang dari satu keluarga yang berhasil diselamatkan lima jam setelah bencana. Mereka segera dilarikan ke RSUD Maoxian dan tidak seorang pun mengalami luka parah. Seorang anggota keluarga lainnya yang masih berusia tiga tahun masih tertimbun.

Pencarian masih terus dilakukan semalam suntuk dan masyarakat sekitar diingatkan untuk mewaspadai bencana susulan.

Qiao Dashuai (26) kepala keluarga itu mengaku dia dan istrinya dibangunkan oleh tangisan bayi laki-lakinya yang berusia satu bulan pada pukul 05.30 waktu setempat atau setengah jam sebelum kejadian.

"Saya tiba di lokasi kejadian pada pukul 07.30 dan seluruh area tersebut tertimbun tanah," kata He Dajun, seorang pekerja Pembangkit Listrik Kabupaten Maoxian.

Sekitar 110 orang tinggal di wilayah lain desa itu telah dievakuasi ke sekolahan di kota, Sabtu malam, karena khawatir hujan deras dan bencana susulan terjadi.

Penduduk desa itu terbagi dalam dua kelompok sejak direlokasi pada 1976 karena sering tertimpa longsong.

Sementara itu, seorang taipan Wang Jianlin mendonasikan 20 juta RMB (Rp39 miliar) untuk membantu korban dan memperbaiki rumah warga yang terkena bencana di wilayah baratdaya daratan Tiongkok itu.

Menurut pendiri Dalian Wanda Group, pengembang real estate terbesar di China, itu dananya disumbangkan melalui Sichuan Charity Federation dan proses pencariannya dimulai pada Sabtu (25/6/2017) sore, demikian laporan People Daily.

Presiden China Xi Jinping meminta semua pihak terus bekerja keras melakukan pencarian. Demikian pula Perdana Menteri Li Keqiang juga memberikan instruksi serupa kepada badan SAR dan penanggulangan bencana setempat sebagaimana dilaporkan China Daily.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china

Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top