Ekonomi Lebaran: Pulau Jawa Paling Besar Nikmati Keuntungan

Perayaan Idul Fitri 1438 H yang diwarnai dengan arus mudik pada tahun ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi daerah-daerah di luar Jakarta. Namun, daerah yang paling besar menikmati dampak tersebut diprediksi akan berkutat di Pulau Jawa.
Yustinus Andri DP | 25 Juni 2017 15:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dalam diskusi panel Bank Dunia dan IMF, di Washington, Amerika Serikat, Kamis (20/4) waktu setempat. - Bloomberg/Andrew Harrer

 

Bisnis.com, JAKARTA—Perayaan Idul Fitri 1438 H yang diwarnai dengan arus mudik pada tahun ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi daerah-daerah di luar Jakarta. Namun, daerah yang paling besar menikmati dampak tersebut diprediksi akan berkutat di Pulau Jawa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di sela acara open house di rumah dinasnya. Menurutnya, perputaran uang yang selama ini cukup besar dan terkonsentrasi di Jakarta, akan tersalurkan dalam jumlah besar ke daerah-daerah selama libur Lebaran.

Namun, Sri Mulyani melihat dengan tradisi pulang kampung yang konsentrasinya paling besar terjadi di Pulau Jawa, akan membuat putaran uang paling besar juga akan terjadi di kawasan itu saja.

“Mayoritas yang diuntungkan arus mudik ini adalah provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY. Keuntungan paling banyak ada di bisnis hotel, tempat makan dan tempat wisata,” kata Sri Mulyani, Minggu (25/6/2017).

Di sisi lain dia juga melihat adanya perubahan yang signifikan pada saat libur lebaran dalam sedekade terakhir. Menurut pandangannya dalam 10 tahun terakhir makin banyak tempat usaha terutama hiburan dan tempat makan yang buka saat libur lebaran.

Situasi tersebut menurutnya memberikan dampak yang baik pada perkonomian di daerah-daerah. Pasalnya, hal itu akan emmacu para pemudik lebih banyak membelanjakan uangnya di daerah. Sebagai dampaknya, perputaran uang di daerah-daerah semakin kencang selama libur Lebaran.

Namun demikian, dia berharap para pengusaha tersebut tetap memberikan insentif dan tunjangan yang layak bagi para pegawainya. Sebab, dengan keputusan membuka usaha selama libur lebaran, para pegawai harus mengorbankan waktu liburnya untuk masuk bekerja.

“Saya harap pengusaha memberikan tunjangan dan insentif yang layak bagi pekerjanya, supaya tidak ada pelanggaran hak pekerja selama Lebaran ini,” lanjut Sri Mulyani.

Tag : Ramadan, perputaran uang
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top