Ramadan di Korsel: Berbudaya Islami Meski Bukan Mayoritas Islam

Perjalanan saya di Korsel mengamini sebuah celoteh bahwa ada banyak bangsa di dunia ini yang punya budaya Islami namun warganya bukan pemeluk Islam.
Redaksi | 31 Mei 2017 09:17 WIB
M. Aji Surya, Warga Indonesia yang bermukim di Seoul, Korsel - Bisnis/dok.pribadi

Kabar24.com, JAKARTA - Ketika bepergian ke negeri-negeri Arab, sangat mudah menemukan masjid untuk salat dan berzikir. Ketika ke Korea Selatan, agak sulit menemukan masjid, tapi mudah menikmati suasana bersih Islami.

Perjalanan saya di Korsel mengamini sebuah celoteh bahwa ada banyak bangsa di dunia ini yang punya budaya Islami namun warganya bukan pemeluk Islam. Mereka seolah melaksanakan banyak ajaran Islam meski tidak atau belum mendirikan salat. 

Saat Anda di Korsel, misalnya, akan menemukan bahwa kebersihan yang merupakan salah satu ajaran penting di Islam, teraplikasi dengan sangat ciamik. Yang paling gampang, bertandanglah ke kamar kecil atau kamar mandi publik. Bersihnya minta ampun. Tidak sedikit yang interior dan wanginya seperti di hotel berbintang. 

Toilet umum sangat mudah ditemukan di sembarang tempat. Di pinggir jalan, taman-taman, gedung-gedung dan semua tempat umum. Bahkan mencari tong sampah kadang lebih sulit dibandingkan dengan menemukan toilet umum.

Subway bawah tanah yang di beberapa negara maju kelihatan relatif jorok dan berbau kurang sedap, di Korsel nyaris tidak ditemukan. Kereta-keretanya baru, tidak berisik, bersih dan terlihat selalu kinclong. 

Taman-taman kota seperti di Hangang Seoul diberi perhatian lebih oleh pemerintah. Di musim semi dan panas ini, bunga-bunga selalu diganti agar tetap tampak tersenyum kepada para pengunjungnya.

Jika banyak anak-anak yang membuang sampai tidak pada tempatnya, tim kebersihan kota senantiasa sigap untuk menyapu dan membereskannya. 

Sama dengan di negara-negara maju, warga Korea suka bepergian bersama anjingnya. Namun sesuai ketentuan, mereka selalu membawa tas plastik untuk mengambil kotoran sang piaraan dan membuangnya di tempat sampah yang sudah disediakan. Dengan demikian, amat jarang pelancong menemukan kotoran anjing.

Sungai-sungai di Negeri Kimchi layaknya urat nadi manusia. Ketika mengalir bersih maka akan menyehatkan jiwa dan raga. Tidak heran semua air sungai tampak jernih dengan bantaran sungai yang sangat terurus. Ikan-ikan berlalu lalang adalah pemandangan umum di aliran sungai tengah kota. 

Jangan kaget juga, pohon tidak boleh sembarangan ditebang. Jika masih memungkinkan hidup dibiarkan dan dirawat. Di kala musim panas, banyak pohon yang terpaksa diinfus dengan nutrisi agar tetap hidup, memberikan hawa sejuk bagi warga di sekitarnya.

Jujur saja, keindahan alam Korea Selatan tidaklah berlebihan. Namun kenyamanan hidup seperti soal kebersihan menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak pengunjung. Seindah apapun sebuah tempat kalau kotor, pasti menjadi tidak nyaman dan akan cenderung dihindari. 

Jika begitu, benarlah sabda Nabi Muhammad bahwa "Kebersihan merupakan bagian (penting) dari iman."


Penulis

M. Aji Surya

Warga Indonesia yang tinggal di Korsel

 

Tag : islam, Ramadan
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top