Monita Tahalea Galang Dana untuk Anak-Anak di Papua

Berkarir di industri musik Tanah Air, tidak membuat penyanyi Monita Tahalea menutup mata akan kondisi pendidikan di Indonesia. Lewat kampanye digital #BERANIBERMIMPI, Monita menjadi salah satu duta yang turut memberikan dukungan penuh pada aksi sosial pengumpulan dana ini.
Ramdha Mawaddha
Ramdha Mawaddha - Bisnis.com 30 Mei 2017  |  21:32 WIB
Monita Tahalea Galang Dana untuk Anak-Anak di Papua
Monita Tahalea - youtube

Bisnis.com, JAKARTA -  Berkarir di industri musik di Tanah Air, tidak membuat penyanyi Monita Tahalea menutup mata  akan kondisi pendidikan di Indonesia. Lewat kampanye digital #BERANIBERMIMPI, Monita menjadi salah satu duta yang turut memberikan dukungan penuh pada aksi sosial pengumpulan dana ini. 

Gerakan yang dicetus oleh Wahana Visi Indonesia ini adalah kali kedua Monita turut berpartisipasi. Sebelumnya,  pada 2016, Monita juga turut mengambil bagian menjadi sukarelawan yang membantu  masyarakat Sumba Barat Daya membangun sumber air bersih. 

Pada 2017 ini, Monita merasa sangat senang dan bersyukur karena kembali menjadi bagian dari kampanye untuk mewujudkan mimpi anak-anak di Papua. "Saya banyak dapat pengalaman. Saya ditawarkan dan langsung mau," katanya saat konferensi pers, di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (30/5).  

Menurut Monita, anak-anak adalah generasi penerus bangsa, karena itu, selagi dirinya  masih bisa membantu, penyanyi beraliran jazz ini mengatakan akan berkontribusi semampunya.

"Kita sama-sama punya mimpi. Saat kita telah mencapai mimpi, kita bisa bantu orang lain mencapai mimpinya," katanya. 

Berkaca pada pengalaman sebelumnya, Monita selalu memesankan kepada anak-anak di Papua agar mempunyai kepercayaan diri. Kepercayaandiri ini bisa didapatkan saat mereka memiliki pendidikan dan kesehatan yang layak dan setara dengan yang lain. 

"Mereka (anak-anak) juga rindu menjadi seseorang yang  bermanfaat untuk  ligkungannya. Sayangnya tidak tahu mau melakukan apa. Mereka bisa raih apa yang mereka mau," katanya. 

Untuk ide krearif dan tantangan kali ini, Monita mengatakan, akan membuat buku cerita anak jika target pencarian dananya bisa tercapai. "Aku igin buat buku cerita anak-anak, kayak cerpen," pungkasnya. 

Tahun ini, dana yang terkumpul akan disalurkan untuk pembangunan sekolah untuk anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)  dan fasilitas sanitasi di Desa Sapalek, Papua. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
humaniora

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top