Menantunya Diserang Soal Komunikasi Rahasia, Ini Pembelaan Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam pemberitaan media bahwa menantu laki-lakinya mencoba membangun saluran komunikasi rahasia dengan Moskow sebelum Trump mulai menjabat.
Renat Sofie Andriani | 29 Mei 2017 15:40 WIB
Presiden AS Donald Trump - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam pemberitaan media yang mengatakan menantu laki-lakinya mencoba membangun saluran komunikasi rahasia dengan Moskow sebelum Trump mulai menjabat.

Presiden dari partai Republik itu baru saja kembali ke Gedung Putih setelah melakukan perjalanan sembilan hari ke Timur Tengah dan Eropa yang berakhir pada hari Sabtu. Kedatangannya disambut banyak pertanyaan tentang dugaan jalinan komunikasi antara Jared Kushner dan duta besar Rusia untuk Washington.

“Menurut pendapat saya, banyak kebocoran yang keluar dari Gedung Putih adalah kebohongan yang dibuat-buat oleh #FakeNews media,” tulis Trump dalam serangkaian posting Twitternya, seperti dikutip Reuters (Senin, 29/5/2017).

Menurut pemberitaan, Jared Kushner, yang menikah dengan putri Trump, Ivanka, berkomunikasi dengan Moskow pada bulan Desember tentang membuka saluran komunikasi rahasia.

Sejumlah pejabat AS dikabarkan mengungkapkan bahwa Kushner, seorang pengembang real estat yang tidak memiliki pengalaman di bidang pemerintahan sebelumnya, setidaknya memiliki tiga komunikasi tak terungkap dengan duta besar Rusia untuk AS selama dan setelah kampanye presiden tahun 2016.

“Setiap kali anda melihat kata-kata ‘menurut sumber' di media berita palsu, dan mereka tidak menyebutkan nama,” cuit Trump, “sangatlah mungkin jika sumber tersebut sebenarnya tidak ada tapi dibuat-buat oleh penulis berita palsu. #FakeNews adalah musuh!”

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam waktu setempat yang dilaporkan oleh the New York Times, Trump memuji Kushner dan apa yang pria berusia 36 tahun itu telah lakukan di Gedung Putih.

“Jared melakukan kerja yang bagus untuk negara ini. Saya memiliki kepercayaan penuh pada dirinya. Dia dihormati oleh hampir semua orang dan sedang menangani program-program yang akan menghemat milyaran dolar negara kita. Selain itu, dan mungkin yang lebih penting, dia orang yang sangat baik,” tukas Trump.

Tanpa berkomentar secara khusus mengenai isu tentang Kushner, sejumlah pejabat Gedung Putih membela konsep saluran komunikasi rahasia. Penasihat keamanan nasional H.R. McMaster mengatakan kepada wartawan bahwa itu bukanlah hal yang aneh.

John Kelly, sekretaris keamanan dalam negeri, memiliki kesan yang sama.

“Menurut pendapat saya, ini wajar dan bisa diterima,” katanya dalam suatu program ABC. "Cara apapun anda bisa berkomunikasi dengan orang lain, terutama organisasi yang mungkin tidak bersahabat dengan kita, adalah hal yang baik."

Kepada Fox News Sunday, Kelly bahkan mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan terjalinnya hubungan antara tim transisi Trump dengan pihak Rusia, seiring upaya persiapan tim untuk mengambil alih Gedung Putih.

Kabar terjalinnya kontak antara rekan-rekan Trump dan pejabat Rusia selama kampanye kepresidenan bertepatan dengan apa yang disimpulkan oleh badan intelijen AS mengenai upaya Kremlin melalui hacking komputer, berita palsu, dan propaganda untuk meningkatkan peluang kemenangan Trump ke Gedung Putih.

Anggota Komite Intelijen Kongres AS dari fraksi Demokrat Adam Schiff menyatakan harapannya untuk Kushner hadir di hadapan komite serta menyarankan tinjauan terhadap izin keamanannya.

Tag : Donald Trump, berita palsu
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top