ASOSIASI PENGUSAHA BAWANG PUTIH: Benar Ada Group Menguasai Pasar 50%

Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia mengakui kemungkinan adanya penguasaan pasar bawang putih sebesar 50% yang berasal dari afiliasi kelompok usaha terjadi dalam persaingan komoditas pokok ini.
David Eka Issetiabudi | 23 Mei 2017 20:21 WIB
Bawang putih

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia mengakui kemungkinan adanya penguasaan pasar bawang putih sebesar 50% yang berasal dari afiliasi kelompok usaha terjadi dalam persaingan komoditas pokok ini.

Ketua Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia (APBPI) Pieko Nyoto Setia mengatakan besarnya kekuatan grup usaha yang menguasai impor bawang putih karena kekuatan jaringan, sehingga mendapatkan barang lebih murah.

“Kalau anggota kami dari 40, ada 15 yang aktif melakukan importasi. Total pangsa pasar bawang putih dari anggota asosiasi hanya 15%. Kami kalah karena mereka lebih murah, dan jaringan yang besar,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/5/2017).

Menurutnya, mudah melihat pangsa pasar importir bawang putih, jika dapat melihat dokumen pemberitahuan impor barang (PIB). Mudahnya melakukan importasi bawang putih dianggap sebagai salah satu kemudahan untuk pengusaha menjadi importir.

Pieko menambahkan grup besar yang menguasai impor bawang putih tidak menjadi anggota asosiasi di APBPI. Selain itu, kuatnya penetrasi pasar yang dilakukan pelaku, menentukan besaran pangsa pasarnya.

“Mereka menguasai Jabodetabek, sementara kami susah masuk ke pasar itu. Makanya kalah bersaing. Selain itu, mereka juga memegang pelabuhan-pelabuhan yang strategis, seperti Surabaya, Medan, Ujung Pandang dan lainnya” tambahnya.

KPPU telah meningkatkan status dugaan kartel bawang putih dari penelitian ke penyelidikan. Keputusan ini diambil setelah dilakukan Rapat Komisi.

Dalam rapat itu diketahui hasil penelitian yang dilakukan oleh Investigator KPPU menunjukkan fakta-fakta adanya dugaan pengaturan distribusi bawang putih oleh beberapa pelaku usaha yang menguasai pasar hingga sekitar 50%.

Syarkawi Rauf, Ketua KPPU mengatakan terdapat indikasi dugaan pengaturan distribusi bawang putih, mulai dari  proses importasinya hingga distribusinya. KPPU menduga terjadi pengaturan pasokan ke pasar mulai dari impornya melalui dua pintu masuk utama impor bawang putih ke Indonesia.

“Masuknya dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan pelabuhan Belawan Medan. Dugaan pengaturan ini telah berujung pada naiknya harga jual bawang putih di pasaran," tuturnya dalam keterangan resmi.

Tag : kartel bawang
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top