Pemerintah Daerah Didorong Kembangkan Smart City

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah daerah didorong untuk aktif dalam mewujudkan pengembangan kota pintar atau smart city. Sebab, kendati pemerintah pusat terus berupaya mengembangkan smart city, eksekusinya berada di tangan pemerintah daerah.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 20 Mei 2017  |  21:06 WIB
Pemerintah Daerah Didorong Kembangkan Smart City
Smart City. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah daerah didorong untuk aktif dalam mewujudkan pengembangan kota pintar atau smart city. Sebab, kendati pemerintah pusat terus berupaya mengembangkan smart city, eksekusinya berada di tangan pemerintah daerah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan para pemimpin daerah harus memiliki komitmen kuat mengembangkan konsep smart city untuk meningkatkan kelayakan hidup masyarakat dan kenyamanan kota.

“Jangan lupa, kami tidak merencanakan. Karena, penguasa kota itu, pemerintah daerah dan penduduknya. Pemerintah hanya berbuat hal yang sifatnya nasional,” katanya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Sabtu (20/5/2017). 

Sejauh ini, DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya dianggap sebagai salah satu kota yang mulai mengembangkan konsep smart city.

Daerah lain, ditegaskan Darmin, tentu tidak harus mengikuti konsep yang dimiliki ketiga wilayah tersebut. Sebab, konsep smart city yang efisien, tentu akan mengacu pada karakteristik daerah tersebut.

“Surabaya misalnya, fokusnya e-government. Nah, bisa menatanya dari apa? Apakah itu logistik, angkutan, atau yang lainnya. Masing-masing berbeda,” ujarnya.

Di beberapa negara, kemajuan teknologi informasi itu diadaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut kota pintar.

Konsep kota pintar diyakini bisa menjadi solusi atas persoalan pembangunan di banyak negara. Kota pintar di desain untuk mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya, sebagai akibat penataan dan pengelolaan kota yang dilakukan dengan memafaatkan teknologi informasi dan digital secara optimal di semua aspek.

Mulai dari sistem pengelolaan dan pemanfaatan energi, pengaturan tata ruang, pembangunan gedung, pengendalian kualitas lingkungan, sistem transportasi, hingga transaksi keuangan dan pembayaran, serta pelayanan publik. Singkatnya, kota dikembangkan menjadi mesin ekonomi dan produktivitas yang pada akhirnya menjadikan masyarakatnya sehat, produktif dan sejahktera.

Beberapa negara di dunia yang saat ini sudah lebih dulu melangkah adalah Barcelona, New York, London, Nice dan Singapura. Bagaimana dengan Indonesia? Di atas kertas, kota-kota di Indonesia jelas memiliki kesempatan yang sama untuk menerapkan konsep kota pintar.

Dia menyebutkan pengembangan kota pintar di berbagai daerah masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya yakni ketimpangan digital serta ketersediaan infrastruktur pendukung.

Di luar itu, ada juga tantangan dari segi kualitas sumber daya manusia yang dinilai belum memadai untuk mengembangkan maupun menjalankan sistem teknologi untuk kota pintar.

Kementerian atau lembaga terkait, kata Darmin, pun saat ini tengah menyusun dan melaksanakan program menuju pembangunan smart city sesuai dengan sektor masing-masing.

Misalnya saja, Kementerian Perhubungan tengah menerapkan Intelligent Transport System untuk menciptakan sistem pengaturan transportasi yang efisien.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun telah menerapkan program kota cerdas berkelanjutan, yang menggunakan teknologi untuk memaksimalkan sumber daya kota. Dengan begitu, diharapkan pengembangan smart city bisa direalisasikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smart city

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup