Tjahjo Beberkan Belum Sampai 50% Daerah Terapkan e-Budgeting

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan belum semua daerah di Indonesia yang menerapkan sistem perencanaan penanggaran berbasis elektronik (e-budgeting).
Irene Agustine | 27 April 2017 01:59 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2). - Antara/Hafidz Mubarak A.

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan belum semua daerah di Indonesia yang menerapkan sistem perencanaan penanggaran berbasis elektronik (e-budgeting).

Dari jumlah 34 Provinsi  di Indonesia, Tjahjo mengatakan tidak sampai setengahnya yang berkomitmen dalam penggunaan e-budgeting tersebut.

Padahal, e-budgeting adalah salah satu bentuk transparansi pemerintahan kepada masyarakat.

“Pastinya e-budgeting itu jujur belum sampai 50%, padahal e- planning itu komitmen kemendagri bersama KPK dan BPKP , termasuk BPK  juga," katanya, dikutip dari laman Kemendagri, Rabu (26/4/2017).

Mendagri pun saat ini mengajak  pemerintah daerah untuk lebih terbuka dan juga menginginkan adanya clean dan clear.

Dengan begitu, tidak akan menimbulkan pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh oknum yang dapat menyebabkan kerugian dan mengancam negara.

Tjahjo mengatakan akan terus mendorong daerah untuk menerapkan model e-budgeting. Salah satu cara yang ditempuh yakni dengan memberikan pehaman, pendidikan dan pelatihan kepada kepala daerah terpilih. Kemendagri mendorong daerah untuk terus memahami area rawan korupsi dan selalu berhati-hati.

“Pada  hasil pilkada serentak, sebelum dilantik kami (kemendagri) diklat dulu di Kemendagri pahami semua aspek, area rawan korupsi, area rawan bencana, semua clear, “ ujarnya.

Tag : e budgeting
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top