Sanitasi Baru, Australia Targetkan Bantuan 55.000 Sambungan di Indonesia

Kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia telah merealisasikan lebih dari 400.000 sambungan pipa air, menghasilkan pembangunan infrastruktur bus baru senilai A$23 juta, dan diharapkan akan menciptakan 55.000 sambungan sanitasi baru pada 2019.
Wike Dita Herlinda | 26 April 2017 20:25 WIB
Ilustrasi - Jibi

Kabar24.com, JAKARTA - Kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia telah merealisasikan lebih dari 400.000 sambungan pipa air, menghasilkan pembangunan infrastruktur bus baru senilai A$23 juta, dan diharapkan akan menciptakan 55.000 sambungan sanitasi baru pada 2019.

Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) yang telah berjalan selama 8 tahun, kini telah selesai, meninggalkan warisan yang penting bagi pemerintah daerah, pengguna jalan, dan rumah tangga di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Infrastruktur, Bappenas, Wismana Adi Suryabrata mengatakan bahwa kemitraan kedua negara terjalin produktif dan dinamis.

"Kontribusi ini terbukti menjadi katalisator pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, terutama pada bidang transportasi dan sumber daya air," kata Wismana dalam siaran pers yang dilansir Kedubes Australia untuk Indonesia, Rabu (26/4/2017).

Melalui bantuan teknis dan hibah, serta berbagi pengetahuan, IndII telah berusaha untuk menghadapi tantangan yang dihadapi sektor infrastruktur di Indonesia.

Salah satu terobosan penting dari kemitraan infrastruktur ini adalah program Hibah Air Minum dengan penyediaan hibah keuangan.

Penggunaan hibah kondisional ini juga telah diterapkan di sektor pemeliharaan jalan, melalui Program Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Provinsi (PRIM) di  Nusa Tenggara Barat. Model ini diharapkan bisa diadopsi secara nasional di masa depan.

"Prestasi dan pelajaran yang sangat hebat ini dapat tercapai karena komitmen dari Pemerintah Indonesia, dan juga kepemimpinan di tingkat provinsi dan kabupaten," kata Steven Barraclough, Minister Konselor bidang Ekonomi, Investasi dan Infrastruktur, Kedutaan Besar Australia.

Dia menjelaskan, meskipun program IndII akan segera berakhir, kemitraan antara Indonesia dan Australia akan berlanjut sehingga pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan berkelanjutan.

Australia telah mengumumkan program infrastruktur berjangka 10 tahun senilai A$300 juta. Pada saat bersamaan mengambil keputusan untuk melanjutkan negosiasi IACEPA. "Program ini mewakili investasi dalam kemitraan ekonomi kami."

Tag : sanitasi
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top