PILGUB DKI 2017: Inilah Pernyataan Lengkap Ahok-Djarot Soal Hasil Quick Count

Hasil perhitungan cepat Pilkada DKI Jakarta 2017, pasangan Anies Baswedan Sandiaga Uno mendominasi suara. Berikut pernyataan pasangan Ahok-Djarot terkait hasil suara sementara tersebut:
Hafiyyan | 19 April 2017 18:28 WIB
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) didampingi Djarot Saiful Hidayat berjalan menuju ruang debat saat Debat Publik Pilkada DKI Jakarta - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil perhitungan cepat Pilkada DKI Jakarta 2017, pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno mendominasi suara. Berikut pernyataan pasangan Ahok-Djarot terkait hasil suara sementara tersebut:

Djarot Saiful Hidayat

Kami berharap semua pihak untuk bisa menjaga rasa kebersamaan yang sudah terbangun dan kami betul-betul merasakan perjuangan gigih dari seluruh kader-kader partai pendukung dan seluruh relawan serta masyarakat yang bersedia berjuang sampai akhir dan tadi sudah memberikan hak pilihnya dengan baik.

Kami memberikan apreasiasi kepada seluruh warga jakarta yang telah memberikan suaranya dengan sangat baik, dan mampu menciptakan Jakarta yang aman dan damai. Tentu saja di dalam hidup ini yang perlu terus kita pupuk dan kembangkan adalah ketenangan jiwa.

Jiwa yang tenang akan mampu menghilangkan seluruh dendam, seluruh amarah, nafsu angkara murka. Dan ketenangan jiwa ini dibutuhkan untuk benar-benar bagaimana dalam proses demokrasi ini semua pihak meningkatkan ketenangan jiwa masing-masing.

Kita berharap dengan jiwa yang tenang maka kita akan semakin fokus untuk melakukan dan melayani warga Jakarta dengan sebaik-baiknya.

Kita juga harus mampu meningkatkan, menguatkan batin kita masing-masing. Sehingga di dalam batin yang kuat itulah kita bisa memisahkan mana yang benar dan mana yang salah. Kita bisa memilah-milah mana yang hak dan mana yang batil.

Oleh karena itu, kami berharap ketenangan jiwa dan kekuatan batin ini menjadi modal berharga bagi seluruh warga Jakarta untuk membantu membangun Jakarta ke depan yang lebih baik lagi.

Kami berharap akan bekerja secara maksimal untuk menuntaskan segala fondasi dan program yang sudah kita kerjakan. Sehingga apapun yang sudah kami kerjakan ini mampu memberikan manfaat yang sebaik-baiknya kepada warga Jakarta tanpa terkecuali.

Akhirnya, pemerintahan di DKI Jakarta menggunakan sistem open government sehingga seluruh data atau kebijakan bisa diakses oleh siapapun juga. Termasuk diakses oleh Pak Anies dan Pak Sandi.

Ini harus kami sampaikan dan terima kasih sekali lagi kepada seluruh partai pendukung, seluruh relawan yang bekerja keras, dan terima kasih kepada seluruh warga Jakarta. Siapapun nanti yang terpilih sah dan resmi oleh KPU adalah pemimpin kita semua.

(BACA: LIVE REPORT Hasil Quick Count Pilkada DKI)

Basuki Tjahaja Purnama

Ya pertama saya mau sampaikan terima kasih kepolisian, TNI, tentu semua pihak, KPU, maupun Banwaslu, juga ketua-ketua partai dan relawan. Termasuk media yang mendukung acara berjalan dengan baik.

Jakarta bisa begitu baik tentu kami harapkan ke depan kami ingin semua lupakan persoalan selama kampanye pilkada. Karena Jakarta ini rumah kita bersama. Kami masih ada enam bulan sebelum pelantikan.

Kami aka bekerja dengan cepat meletakkan dasar-dasar. Kami akan melunasi pr-pr janji kami. Tentu tidak mungkin selesai pr-pr itu.

Nah kita harapkan nanti Pak Anies dan Pak Sandi bisa meneruskan dengan baik. Kepada pendukung kami , kami mengerti pasti sedih, kecewa, tapi gak apa-apa. Karena kekuasaan itu Tuhan yang kasih, Tuhan yang ambil.

Jadi tidak ada seorang pun bisa menjabat tanpa seizin Tuhan. Jadi semua tidak usah terlalu dipikirkan. Saya pernah mengalami pilgub tahun 2007 kalah. Makanya saya sampaikan waktu itu pendukung saya jangan sedih, Tuhan selalu tahu yang terbaik.

Kuasa itu dari Tuhan. Eh, ternyata jadi Gubernur DKI, kan lebih lumayan. Saya kira ini sangat baik. Kami akan bekerja dengan cepat dalam enam bulan, terus bekerja, kami akan fokus pada pr-pr tadi.

Dan kami terbuka untuk Pak Anies dan Pak Sandi untuk minta data apa saja. Ini bukan kayak presiden, ada transisi atau apa. Ini bukan presiden. Ini pilkada, karena PNS itu ada aturannya.

PNS itu gak bisa masuk langsung diganti. Setelah dilantik, 6 sampai 8 bulan baru bisa diganti. Program2kita akan berjalan lebih cepat, sehingga beban Pak Anies dan Pak Sandi bebannya bisa lebih ringan. Dan banyak proyek-proyek bisa diresmikan.

Nah saya kita itu, saya berterima kasih kepada semua pihak. Sekali lagi selamat kepada Pak Anies dan Pak Sandi dan seluruh timses pendukung. Kita semua sama, ini Jakarta rumah kita bersama. Terima kasih semua.

Tag : Pilgub DKI 2017
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top