Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hiu Masuk Permukiman Warga di Australia Terseret Banjir

Pemerintah Australia segera mengeluarkan peringatan kepada masyarakat di kawasan hunian yang dilanda banjir akibat terpaan Topan Debie karena ada hiu banteng sepanjang 1,5 meter ditemukan ikut hanyut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 April 2017  |  05:53 WIB
Hiu tersapu banjir di Sydney
Hiu tersapu banjir di Sydney

Bisnis.com, SYDNEY - Pemerintah Australia segera mengeluarkan peringatan kepada masyarakat di kawasan hunian yang dilanda banjir akibat terpaan Topan Debie karena ada hiu banteng sepanjang 1,5 meter ditemukan ikut hanyut.

Warga di Kota Burdekin di bagian timur-jauh Queensland terkejut saat mereka melihat hewan yang mati tersebut di genangan air di jalan, Jumat (31/3), demikian laporan kantor berita Xinhua China.

Dinas Pemadam dan Keadaan Darurat Queensland menggunakan peristiwa tersebut untuk mendesak warga agar tidak turun ke air, karena puing dan bahan berbahaya masih mungkin bertebaran di bawah permukaan banjir sehingga tidak terlihat.

Dalam kasus itu, masyarakat di kawasan musibah telah menerima pesan tersebut untuk menciptakan rasa tenang mereka.

Namun, wartawan lokal Philip Calder melaporkan bahwa "sepasang warga setempat datang dengan membawa pisau dan mengambil gigi hiu itu sebagai kenang-kenangan".

Sementara itu, pengungsian di Southern Queensland dan Northern New South Wales hingga kini masih berlanjut di tengah kondisi buruk di wilayah tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sydney

Sumber : Antara

Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top