Menristek Bilang Insinyur Jadi Politikus Itu Kesasar

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, mengakui masih banyak lulusan perguruan tinggi yang kemudian bergiat di luar disiplin ilmunya. Dia istilahkan sebagai pekerjaan yang "kesasar", di antaranya insinyur menjadi politikus.
Newswire | 18 Maret 2017 19:00 WIB
Menristekdikti Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, mengakui masih banyak lulusan perguruan tinggi yang kemudian bergiat di luar disiplin ilmunya. Dia istilahkan sebagai pekerjaan yang "kesasar", di antaranya insinyur menjadi politikus.

"Kaitannya dengan perguruan tinggi, kami lihat pekerjaan lulusannya sudah sesuai bidangnya apa belum? Bukan hanya lulusannya yang sudah bekerja. Insinyur jadi politisi berarti 'kesasar'," katanya, di Semarang, Sabtu (18/3/2017).

Nasir mencontohkan lulusan perguruan tinggi di bidang keinsinyuran, seperti fakultas teknik tentu pas jika lulusannya terjun di bidang teknik, demikian pula bidang-bidang lain.

"Insiyur kok kerjanya jadi wartawan, politisi, khan tidak pas," kata guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang itu, disambut tawa hadirin.

Untuk jurusan yang menghasilkan bidang-bidang keprofesian tertentu, kata dia, seperti insinyur dan dokter semestinya didorong agar lulusannya menekuni keprofesiannya secara baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemendikbud

Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top