KH HASYIM MUZADI WAFAT: Ini Kenangan Warga Sekitar Al-Hikam Depok

Warga sekitar pesantren Al-Hikam, Depok, memiliki kenangan khusus tentang KH. Hasyim Muzadi sejak pesantren itu berdiri di wilayah Kukusan, Beji, hingga anggota Wantimpres ini meninggal dunia.
Newswire | 16 Maret 2017 11:39 WIB
Masjid Al-Hikam - tpaalhikam.weebly.com

Kabar24.com, DEPOK -Almarhum KH. Hasyim Muzadi rencanya akan dimakamkan di pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat

Warga sekitar pesantren Al-Hikam, Depok, memiliki kenangan khusus tentang KH. Hasyim Muzadi sejak pesantren itu berdiri di wilayah Kukusan, Beji, hingga anggota Wantimpres ini meninggal dunia.

Menurut Ade, warga Kukusan, Depok, almarhum KH. Hasyim Muzadi merupakan sosok ulama yang dekat dengan masyarakat, dengan selalu membantu warga sekitar dalam kegiatan sosial maupun keagamaan.

Ade mengatakan sejak berdirinya pesantren Al-Hikam di Depok, warga sekitar sangat terbantu dalam mempelajari agama Islam.

"Banyak santrinya yang mengajarkan baca Al-Quran, sangat terbantu sekali warga sekitar dalam ilmu agama," kata Ade.

Hal senada juga dikatakan warga Depok lainnya yang bertempat tinggal di sekitar pesantren Alhikam, Faisal. Ia mengatakan KH. Hasyim Muzadi merupakan sosok ulama kharismatik yang bersahaja.

"Tentunya kami kehilangan ulama besar yang dimiliki bangsa Indonesia," katanya.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Ahmad Hasyim Muzadi tutup wafat pada usia 72 tahun, Kamis sekitar pukul 6.15 WIB.

Menurut kabar dari salah satu putra KH. Hasyim, Yusron Shidqi, jenazah mantan Ketua Umum PBNU tersebut akan diberangkatkan ke pesantren Al-Hikam Depok Jawa Barat, dari Malang Jawa Timur bakda dzuhur dan akan dishalatkan di pesantren tersebut.

KH. Hasyim Muzadi lahir di Bangilan, Tuban, 8 Agustus 1944. Dia adalah salah satu tokoh dan intelektual Islam Indonesia yang pernah menjabat ketua umum Nahdlatul Ulama dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 19 Januari 2015.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam di Malang dan Depok ini sempat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dari 1956 sampai dengan 1962.

Sumber : Antara

Tag : hasyim muzadi, obituari
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top