Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SUAP HAKIM MK: KY Dukung Pembentukan Majelis Kehormatan MK

Komisi Yudisial (KY) merespon rencana pembentukan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terkait penangkapan Patrialis Akbar.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 30 Januari 2017  |  12:11 WIB
SUAP HAKIM MK: KY Dukung Pembentukan Majelis Kehormatan MK
Kantor Komisi Yudisial - setkab.go.id
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) merespons rencana pembentukan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terkait penangkapan Patrialis Akbar. 

Juru Bicara KY Farid Wajdi mengatakan mereka mendukung pembentukan Majelis Kehormatan sebagai forum pembelaan diri bagi hakim yang terbukti melanggar ketentuan.

"KY sesuai dengan kewenangan konstitusional yang dimiliki menyatakan kesiapan dan menyiapkan salah seorang pimpinan untuk mengikuti prosesi pelaksanaan sidang majelis kehormatan dimaksud," kata Farid di Jakarta, Senin (30/1/2017).

Dia menambahkan sejauh ini KY belum bisa mempublikasikan nama pimpinan yang diajukan sebagai anggota majelis sidang kehormatan. Pasalnya, sampai kini proses administrasi pelaksanaan sidang belum lengkap sesuai ketentuan yang berlaku.

Kendati demikian, belajar dari pelbagai peristiwa dugaan perbuatan yang melanggar kode etik oleh jajaran pengadilan, KY mengimbau perlu ada langkah pengawasan yang terus menerus supaya tidak ada lagi perdagangan hukum dan keadilan. 

"Kami tak pernah berhenti untuk terus mengingatkan jajaran pengadilan agar senantiasa membangun sistem dan aturan yang lebih baik, terus berbenah," imbuhnya.

Adapun, sebelumnya seorang hakim konstitusi, Patrialis Akbar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima uang tekait pengujian undang-undang di MK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komisi yudisial suap hakim mk
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top