Kima Siapkan 33 Ha Lahan Industri

BUMN penyedia lahan industri yang berbasis di Makassar, PT Kima mematok penjualan lahan cenderung koservatif mengikuti kinerja sepanjang tahun lalu yang cenderung kurang bergairah.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 26 Januari 2017  |  14:05 WIB

Kabar24.com, MAKASSAR - BUMN penyedia lahan industri yang berbasis di Makassar, PT Kima mematok penjualan lahan cenderung koservatif mengikuti kinerja sepanjang tahun lalu yang cenderung kurang bergairah.

Direktur Utama Kima Abdul Muis mengatakan kondisi perekonomian tahun lalu berimbas pada langkah investor baru maupun eksisting yang relatif menunda ekspansi sehingga berpengaruh terhadap penjualan lahan yang disiapkan perseroan.

"Tahun lalu target penjualan lahan tidak tercapai, sehingga pada tahun ini kami menganggarkan penjualan dengan luasan yang sama dengan 2016," katanya kepada Bisnis, Kamis (26/1/2017).

Sepanjang 2016, total lahan yang memanfaatkan lahan di Kawasan Industri Makassar (Kima) telah mencapai 250 industri dengan luasan mencapai 237,39 hektare.

Sementara itu, ketersediaan lahan industri yang dimiliki perseroan untuk dimanfaatkan industri seluas 33,45 hektare, yang mana dimungkinkan melalui skema penjualan maupun sewa bagi investor.

Di sisi lain, lanjut Muis, pihanya juga secara berkelanjutan melakukan pembenahan akses dan peningkatan kapasitas infrastruktur jalan, menjamin ketersediaan listrik bagi industri, penyediaan air bersih hingga pengelolaan air limbah.

Selain itu, skema pembebasan lahan juga disiapkan perseroan kendati dalam skala luasan terbatas yang disesuaikan dengan tren pertumbuhan kebutuhan lahan oleh industri yang melakukan ekspansi di Kima.

Menurut Muis, optimalisasi lini bisnis penunjang juga terus dikembangkan perseroan untuk mengantisipasi kecenderungan perlambatan penyerapan lahan industri yang merupakan linis bisnis utama PT Kima.

Adapun bisnis penunjang yang dimiliki perseroan meliputi penyewaan alat berat, penyewaan gedung maupun bangun pabrik siap pakai (BPSP), usaha jasa konstruksi serta beberapa usaha lainnya.

Dalam perkembangan lain, perlambatan penyerapan lahan industri di Makassar turut dipengaruhi oleh kecenderungan investasi yang masuk ke Sulsel lebih berorientasi pada sektor perikanan dan pertambangan.

Kepala Pelayanan Perizinan BKPMD Sulsel Said Wahab mengatakan investor yang masuk ke Sulsel masih menjadikan kedua sektor tersebut sebagai primadona sehingga banyak menarik aktivitas penanaman modal.

"Sepanjang 2016, realisasi investasi di Sulsel secara kumulatif [PMA dan PMDN] mencapai Rp14 triliun, hasil laut dan tambang masih sangat dominan," katanya.

Menurutnya, kondisi itu sejalan dengan potensi Sulsel yang memang memiliki kekayaan perikanan dan kelautan serta pertambangan yang tersebara secara proporsional pada sbagian besar kabupaten/kota di daerah ini.

Di sisi lain, pihaknya juga memastikan bakal memberikan kemudian bagi pemilik modal yang menanamkan modal di Sulsel agar mampu menyerap tenaga kerja serta menggerakkan perekonomian daerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kima, pt kima

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top