Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tangkal Hoax, Kemkominfo Bertemu Facebook Akhir Januari

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan berdiskusi dengan pihak Facebook untuk meredam maraknya berita palsu yang beredar di media sosial Facebook.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 17 Januari 2017  |  20:28 WIB
Ilustrasi - Antara/Reuters
Ilustrasi - Antara/Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan berdiskusi dengan pihak Facebook untuk meredam maraknya berita palsu yang beredar di media sosial Facebook.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, mengatakan pertemuan akan digelar pada akhir Januari 2017 setelah kementerian melayangkan surat ke Facebook.

Pihak Facebook yang akan datang yakni Facebook Asia Pasifik. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga akan melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam pertemuan tersebut.

Rudiantara mengatakan ada beberapa hal yang akan dibicarakan dengan Facebook untuk menangkis berita-berita palsu (hoax) yang beredar.

"Ada beberapa, seperti yang berkaitan dengan pornografi, perjudian," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (17/1/2017).

Menurut Rudiantara, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Indonesia untuk meredam hoax, terutama berita palsu yang berkaitan dengan terorisme dan radikalisme, dengan pihak Facebook.

Sebab, belum lama ini pemerintah Jerman mengancam akan mengeluarkan aturan yang dapat mendenda Facebook dan perusahaan media sosial lainnya hingga 500.000 euro untuk setiap berita palsu yang beredar.

"Saya memanfaatkan momentum itu. Karena kalau kita sendiri, Indonesia, terus ada negara besar seperti Jerman, tinggal kita nebeng, mendapat perhatian lebih," ujar Rudiantara.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rudiantara hoax berita palsu
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top