Wisata Agro Jadi Andalan

Investor Jawa Timur menjajaki investasi di delapan titik potensi wisata agro di Sleman, Jawa Tengah menyusul tawaran pemerintah kabupaten tersebut.
Peni Widarti | 20 Desember 2016 08:32 WIB
Wisata petik jeruk - balitjestro.litbang.pertanian.go.id

SURABAYA–Investor Jawa Timur menjajaki investasi di delapan titik potensi wisata agro di Sleman, Jawa Tengah menyusul tawaran pemerintah kabupaten tersebut.

Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sleman, Indriana Puji Lestari mengatakan sektor pariwisata di delapan titik tersebut potensial dikembangkan.

“Kami ingin fokus mengembangkan perekonomian di sektor agrotourism atau wisata agro karena sektor ini belum sepenuhnya tergali dengan baik,” ujarnya di sela-sela kunjungan kerja di Kadin Jatim, Senin (19/12).

Adapun delapan titik investasi yang ditawarkan kepada pengusaha Jatim tersebut adalah wisata berbasis agro petualangan alam di Karang Wetan Berbah, Dusun Kandangan, Desa Margodadi Seyegan.

Kemudian Amenitas wisata restoran alam dan kolam ikan di Dusun Guyangan, Desa Nogotirto Gamping, Dusun Kanoman, Desa Banyuraden Gamping serta pembenihan dan kolam ikan di Dusun Kadirejo Purwomartani Kalasan, Sleman.

Selain itu ada juga Investasi Pergudangan dan pengolahan Salak Pondoh di Dusun Jlegongan, Desa Margorejo Tempel, wisata agro petualangan alam di Desa Sumber Arum Mayudan serta pembenihan bunga Krisan di Desa Hargobinangun Pakem, Sleman.

“Selama ini kebanyakan investasi hanya di sektor properti yang banyak bermunculan itu hotel, tetapi Sleman membutuhkan wisata yang menunjang untuk dikembangkan,” jelasnya.

Dia memberikan contoh, untuk investasi wisata restoran dan kolam ikan telah disiapkan lahan seluas 1,5 hektare (ha). Setidaknya, kawasan ini membutuhkan investasi sekitar Rp4,7 miliar. Untuk investasi pembenihan bunga krisan minimal membutuhkan dana sekitar Rp30 juta.

“Pasar bunga krisan juga cukup besar terutama pasar di Yogyakarta dan sekitarnya, tetapi produksi bunga krisan yang sudah ada hanya mampu mencukupi 10% dari total kebutuhan,” imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin Jatim, M. Rizal menambahkan potensi investasi yang ditawarkan Sleman cukup menarik bagi pengusaha Jatim. Salah satu yang menarik, menurutnya, adalah ketersediaan lahan kas desa yang disewakan dengan sangat murah sekitar Rp20 juta/ha.

"Termasuk dari sisi perizinan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga menyatakan kesediaannya untuk mempermudah proses-proses perizinan usaha,” imbuhnya.

Investasi Bakal Pacu Ekonomi Tangerang

TANGERANG—Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang diproyeksi bakal berada di atas 5% pada tahun depan seiring dengan meningkatnya kontribusi investasi dan industri pengolahan di kawasan ini.

“Tahun ini, kami yakin pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang bakal di atas 5%. Untuk tahun depan, kemungkinan angkanya tidak banyak berubah meski masih tumbuh,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar kepada Bisnis, pekan lalu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iskandar Mirsad mengatakan pemkab akan memprioritaskan belanja modal dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Langkah ini diyakini akan meningkatkan implementasi program pembangunan di daerah itu.

Dengan infrastruktur yang memadai, paparnya, investor akan tertarik untuk datang ke Kabupaten Tangerang sehingga peluang pengembangan industri dan perumahan bisa meningkat signifikan.

Salah satu program di antaranya pembangunan fasilitas sport center, rumah sakit, puskesmas rawat inap, dan betonisasi hampir seluruh akses jalan di Kabupaten Tangerang.

Investasi di daerah ini mencatatkan pertumbuhan cukup signifikan. Per kuartal III/2016, total investasi yang berhasil diraih oleh Kabupaten Tangerang mencapai Rp4,96 triliun dengan rincian penanaman modal asing (PMA) US$95,6 juta dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp3,71 triliun.

Capaian ini tercatat meningkat dibandingkan dengan realisasi investasi Kabupaten Tangerang yang meliputi PMDN Rp253,25 miliar dan PMA US$184,42 juta pada kuartal III/2015.

“Populasi di Kabupaten Tangerang terus meningkat hingga saat ini mencapai 3,37 juta jiwa dengan tingkat pengangguran 6,8%. Dengan peningkatan ekonomi dan investasi, penyerapan tenaga kerja diharapkan juga meningkat.”

Pada 2015, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang tercatat 5,39% atau turun jika dibandingkan dengan capaian pada 2014 yang tumbuh 5,76%. Industri pengolahan masih berkontribusi dominan terhadap pertumbuhan ekonomi yakni sebesar 38,07%, diikuti dengan industri konstruksi 12,72%, serta perdagangan besar dan eceran 10,81% pada tahun lalu.

Jika dirinci, pertumbuhan ekonomi di kawasan ini memang tidak terlepas dari tren perlambatan ekonomi nasional. Pada 2013, laju pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai 6,41% dan terus melambat menjadi 5,76% pada 2014, dan 5,39% pada tahun lalu.

Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, dapat memacu penyerapan tenaga kerja di kawasan ini. Sementara itu selama 2013—2015, penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Tangerang selalu menunjukkan penurunan mulai dari 39.974 orang (2013), 23.700 (2014), dan 18.939 (2015). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wisata, agro

Sumber : Bisnis Indonesia (20/12/2016)
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top